Desa Wotawati Gunungkidul Viral: Matahari Terbit Jam 8 Pagi, Tenggelam Jam 3 Sore

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:30 WIB
Desa Wisata Wotawati Gunungkidul unik (Instagram @mas.dubez)
Desa Wisata Wotawati Gunungkidul unik (Instagram @mas.dubez)

TITIKTEMU.CO - Yogyakarta selalu punya cara mengejutkan wisatawan.
Bukan hanya soal Malioboro atau pantai-pantai eksotisnya, tetapi juga desa-desa tersembunyi dengan keunikan alam yang tak biasa.

Salah satunya adalah Desa Wotawati di Gunungkidul, yang belakangan viral karena fenomena matahari terbit pukul 08.00 WIB dan tenggelam sekitar pukul 15.00 WIB.

Dusun Wotawati berada di Kelurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

Jaraknya sekitar 74 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Meski tergolong terpencil, justru letak inilah yang membuatnya istimewa dan berbeda dari desa lain di DIY.

Baca Juga: Katalog Promo JSM Indomaret 28 Februari–1 Maret 2026, Diskon Produk Rumah Tangga Spesial Ramadan

Mengapa Matahari Datang Lebih Siang?

Fenomena unik ini bukan karena perbedaan zona waktu, melainkan faktor geografis.

Wotawati terletak di lembah Bengawan Solo Purba dan dikelilingi perbukitan kapur yang tinggi.

Posisi dusun berada dalam cekungan sempit yang membuat sinar matahari terhalang bukit.

Akibatnya, cahaya pagi baru benar-benar menyinari permukiman sekitar pukul 08.00 WIB.

Sebaliknya, saat sore, sinar matahari lebih cepat tertutup bukit sehingga sekitar pukul 15.00 WIB kawasan sudah tampak redup.

Secara rata-rata, dusun ini hanya menerima paparan matahari sekitar tujuh hingga delapan jam setiap hari.

Kondisi tersebut menciptakan suasana yang sejuk, teduh, dan jauh dari terik menyengat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Instagram @mas.dubez

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X