5 tuntutan Persis terkait Tragedi Kanjuruhan. Nomor 5, jika tuntutan belum dipenuhi ajukan mosi tidak percaya

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Minggu, 9 Oktober 2022 | 19:03 WIB
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)

Surat tersebut telah masuk ke email resmi 18 tim Liga 1 2022-2023, termasuk Madura United.

Baca Juga: Liverpool Bertandang ke Arsenal, Mencoba Meraih Kemenangan Tandang Pertama LIGA INGGRIS musim ini

Sebelumnya, PT LIB hanya menunda kompetisi domestik tertinggi Indonesia musim ini selama sepekan, tepatnya beberapa jam usai tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam. Baru kemudian, sejumlah pihak mendukung penundaan itu. Bahkan, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo meminta agar ditunda hingga evaluasi total dilakukan.

Sedangkan, Presiden Madura United Prof Dr Achsanul Qosasi sebelumnya meminta agar ditunda hingga terdapat pernyataan resmi dari FIFA terkait tragedi Kanjuruhan.

Kendati penundaan kompetisi diperpanjang, Madura United masih akan tetap berlatih hingga akhir pekan ini di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (8/10/2022).

Baca Juga: Surat Al-Anfal yang memiliki 75 ayat dan keutamaannya

Namun, Manajer Madura United Umar Wachdin menyampaikan, pihak manajemen sembari mengamati perkembangannya. Serta, dia akan menggelar rapat untuk membahas agenda tim ke depannya.

"Kami sudah tahu soal penundaan hingga dua pekan lagi. Kalau agenda kami hingga detik ini masih akan latihan hingga nanti 8 Oktober 2022. Tapi, kami akan melakukan rapat dan melihat perkembangan-perkembangannya," jelasnya, seperti dilansir laman
resmi Madura United.

Meski dalam suasana duka, pria asal Pamekasan itu memotivasi Fachruddin W. Aryanto dan kolega agar tetap semangat berlatih, hal itu dilakukan agar dalam jeda ini kondisi fisik sebagai pemain profesional tetap terjaga.

Baca Juga: Ketahui Efek Gas Air Mata dari Pelatihan Marinir AS: Mata, Hidung, Tenggorokan Terbakar!

Dijelaskannya, hal itu juga membantu tim saat sewaktu-waktu kompetisi tiba-tiba diputar. Madura United tidak membutuhkan waktu panjang untuk kembali memanaskan mesin.

Tragedi Kanjuruhan terus menjadi perbincangan hangat, bahkan menjadi topik menarik di dunia. Bagaimana tidak, tragedi yang menewaskan ratusan orang itu menjadi tragedi kedua terparah setelah kejadian di Peru yang menewaskan328 orang pada 1964 silam.

Skuad Madura United mengajak semua pihak untuk mengambil pelajaran dari tragedi itu, seperti yang disampaikan Kapten Madura United Fachruddin W. Aryanto. Tujuannya, agar tidak terulang kembali pada masa yang akan datang, baik di dunia sepak bola ataupun di hal lain.

Baca Juga: Matching Fund 2022, Upaya Meningkatkan Konektivitas UMS dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri

Bek asal Klaten itu menambahkan, agar tidak saling menyalahkan dalam kondisi seperti saat ini. Namun sejatinya, dia berharap semua pihak saling mengintropeksi diri dan merenungi dari tragedi yang menjadi duka sedunia itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X