5 tuntutan Persis terkait Tragedi Kanjuruhan. Nomor 5, jika tuntutan belum dipenuhi ajukan mosi tidak percaya

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Minggu, 9 Oktober 2022 | 19:03 WIB
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)

TITIKTEMU.CO - Persis Solo turut berbelasungkawa atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu.

Persis berpihak pada korban, dan menuntut untuk segera ada pertanggungjawaban dan evaluasi menyeluruh untuk sepakbola Indonesia di masa depan

"Kami juga memanjatkan doa untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan, agar diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati peristiwa duka ini. Selain itu, Persis juga menuntut untuk segera ada pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat," tulis Official Statement: Respons Klub Terhadap Penanganan Insiden Kanjuruhan pada 7 Oktober 2022.

Baca Juga: Telah terjadi Gempabumi di Pandeglang Banten, Tak usah panik karena tidak berpotensi tsunami

"Dan menuntut adanya reformasi sistematik sebagai upaya perubahan agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari," lanjutnya.

Oleh karenanya, Persis mengajukan 5 tuntutan, yaitu:

1. Adanya forum lintas klub, panpel, dan aparat berwenang yang diinisiasi oleh operator liga dan federasi, untuk membahas reformasi standar operasional keamanan di dalam dan di luar stadion.

Baca Juga: Ribuan pelari ramaikan ajang Bayan Run 10K di Balikpapan, start dilepas Gubernur Isran Noor

2. Adanya pihak yang harus bertanggungjawab atas insiden di Kanjuruhan, serta diproses hukum secara transparan dan seadil-adilnya.

3. Peniadaan jam kick-off yang terlalu malam, agar meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Federasi, operator, dan official broadcast harus mempertimbangkan rekomendasi dari klub yang berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat setempat.

4. Adanya reformasi sistematik di dalam kepengurusan ekosistem sepakbola Indonesia sebagai bentuk respons atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, sekaligus bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik.

Baca Juga: Reog Ponorogo, Tari Payung & Angklung ditampilkan di Hong Kong, acara festival budaya

5. Jika tuntutan tersebut urung bisa dipenuhi, Persis mengajukan mosi tidak percaya sebagai pernyataan sikap klub.

Sementara itu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memperpanjang penundaan kompetisi menjadi dua pekan. Penundaan itu berdasarkan surat 583/LIB-KOM/X/2022 dan 584/LIB-KOM/X2022.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X