5 tuntutan Persis terkait Tragedi Kanjuruhan. Nomor 5, jika tuntutan belum dipenuhi ajukan mosi tidak percaya

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Minggu, 9 Oktober 2022 | 19:03 WIB
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)

"Ayo bersama-sama mengambil hikmah dari tragedi Kanjuruhan. Tidak ada satu pun yang menginginkan tragedi itu terjadi dan tiada yang berharap terjadi lagi. Jadi semua harus belajar agar tidak terulang kembali, sekaligus saling merenungi. Bukan hanya pemain suporter, penyelenggara, pengamanan, tapi semuanya," jelasnya, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Wendy Walters mantap bercerai dengan Reza Arap. Klarifikasi soal 'teh celup' yang dikaitkan dengan Rossa

Gelandang senior Madura United Slamet Nurcahyo menambahkan, tragedi itu akan membuat trauma banyak pihak. Dia berharap, tak ada oknum-oknum yang memperkeruh situasi agar tidak banyak yang membenci dunia sepak bola.

"Harapan saya, tiada yang membuat keruh. Walaupun sejauh ini pemerintah dan semua pihak sudah gerak cepat. Kami semua harus support upaya tersebut. Karena, kita semua sedang berduka dan belajar dari tragedi itu," kata gelandang yang biasa disapa Cak Met itu.

Tragedi tersebut terjadi usai laga antara Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Baca Juga: 7 Manfaat Tomat untuk Tubuh Kita. Untuk Mata Hingga Kesehatan Ibu Hamil

Sementara itu, manajemen PSM Makassar menyampaikan duka mendalam atas tragedi meninggalnya ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Ucapan duka itu disampaikan Direktur Utama PT PSM, Sadikin Aksa, Minggu (2/10/2022).

“Ini duka mendalam bagi dunia sepakbola kita. Kepada para korban, mari kita bersama-sama mendoakan agar mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya,” tutur Sadikin, kepada awak media di Cafe Floom, Makassar, seperti dilansir laman resmi PSM.

Seperti diketahui, ratusan suporter menjadi korban nyawa dalam kerusuhan, pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya. Sadikin mengaku apapun keputusan PSSI dan PT Liga terkait kelanjutan kompetisi, harus diterima manajemen.

Baca Juga: Rian Ibram Blak-Blakan Jelaskan Hubungannya Dengan Dewi Persik. Aku nyaman sama dia...'

“Kita tidak bisa apa-apa. Kita ikut saja apa arahannya,” katanya.

Tak lupa, Sadikin berharap agar insiden di Kanjuruhan ini menjadi yang terakhir kalinya dalam dunia sepakbola Indonesia.
“Semoga hikmah dari tragedi ini adalah bisa memperbaiki sepakbola kita ke depannya,” pungkas Sadikin.***


***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X