TITIKTEMU.CO - Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah laga Derby Jawa Timur, Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam WIB
Sampai Minggu, pukul 15.00 WIB, Korban jiwa dalam peristiwa kerusuhan Kanjuruhan terus bertambah, tercatat sudah ada 174 orang meninggal. Sedangkan untuk luka berat ada tercatat ada 11 orang, sementara ada ada 298 orang lainnya mengalami luka ringan.
Baca Juga: Menpora Amali: Semoga tidak disanksi FIFA. Ini pernyataan Presiden FIFA tentang Tragedi Kanjuruhan
Tragedi Kanjuruhan turut menyita perhatian dunia. Klub-klub Liga Inggris pun menyampaikan pesan duka cita melalui laman media sosial resminya.
"Kami sangat sedih mendengar kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia. Semua orang di Liverpool Football Club bersama dengan semua yang terkena dampak saat ini," tulis Liverpool via @liverpoolfc
Sedangkan @manchesterunited menulis postingan "Manchester United sangat berduka atas tragedi di Malang, Indonesia. Kami mengirimkan belasungkawa tulus kami kepada para korban, keluarga mereka, dan semua orang yang terkena dampak,"
"Kami sangat sedih mengetahui peristiwa di Malang di Stadion Kanjuruhan Indonesia hari ini," tulis Arsenal.
"Doa kami bersama para korban yang terkena dampak," tulis Man City.
Terjadinya kerusuhan setelah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya. Suporter tuan rumah yang kecewa tim kesayangannya kalah, selanjutnya turun ke lapangan setelah laga usai.
Baca Juga: YLBH: Tragedi Kanjuruhan Berpotensi Melanggar HAM, Kompolnas dan Komnas HAM Harus Turun Tangan!
Suporter dan pihak keamanan bentrok di lapangan hingga akhirnya dari pihak kepolisian melepaskan tembakan gas air mata ke arah tribun penonton.
Para penonton yang panik berdesak-desakan untuk keluar dari stadion, oleh karena itulah banyak korban jiwa yang meninggal dunia karena terjepit dan sesak nafas.***
Artikel Terkait
TRAGEDI SEPAK BOLA INDONESIA: 127 orang meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Kerusuhan Kanjuruhan Versi Penonton: Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita
Rusuh Bola 127 Tewas, Bupati Malang Sanusi: Tangani Semua Korban, Biaya Ditanggung Pemkab!
Manajemen Arema akan beri santunan dan bentuk Crisis Center
Tragedi Sepak Bola 127 Tewas di Malang, PT LIB Stop Dulu Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 Sepekan
Tim investigasi PSSI akan segera ke Malang. Arema dilarang jadi tuan rumah sisa kompetisi
Tragedi Sepak Bola di Malang, IPW: Cabut Ijin Kompetisi Seluruh Liga, Copot Kapolres Malang!
Ini yang Terjadi Bila Terpapar Gas Air Mata, Cek Juga Cara Meredakan Efeknya!
Penyemprotan gas air mata di Stadion Kanjuruhan dikecam. Netizen ada yang minta Kapolda Jatim dipecat
Rusuh suporter di Malang, 180 korban masih dirawat di RS. Ini lokasi jenazah korban dan pasien yang dirawat
7 Tragedi yang Terjadi Dalam Sepak Bola Dunia. Tragedi Kanjuruhan Nomor 2 dalam Jumlah Korban Tewas
Mahfud MD: Gas air mata disemprotkan, karena 2 ribu penonton kejar pemain bola. 13 Mobil polisi dirusak
Presiden Arema FC minta pembiayaan perawatan korban luka-luka disampaikan ke manajemennya
Bupati dan Kapolres Magetan Hadiri Pemakaman Munif Latiful Ihsan Aremania Umur 20 Tahun
Tragedi Kanjuruhan Malang, SETARA Institute: Ini Potret Buruk Kapasitas Aparatur Keamanan!