TITIKTEMU.CO MALANG- Bupati Malang Drs H M Sanusi menyampaikan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya korban jiwa pasca pertandingan Arema FC menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (1/10) malam.
Hal ini disampaikan Bupati Malang saat ditemui awak media disela-sela meninjau langsung proses penanganan korban oleh tim medis di Rumah Sakit Wafa Husada Kota Kepanjen, Minggu (2/10) dini hari.
Baca Juga: TRAGEDI SEPAK BOLA INDONESIA: 127 orang meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Baca Juga: Najwa Shihab lapor ke polisi, tanggapan nyinyir Nikita Mirzani: Lapor ke polisi tidur saja...
Di rumah sakit Bupati Sanusi didampingi Wakil Bupati Malang dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang dan didampingi sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Malang. Tampak hadir dalam kesempatan ini Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur.
''Atas nama Bupati Malang menyampaikan turut berbela sungkawa dan berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Mudah-mudahan musibah ini yang menjadi yang terakhir di pesepakbolaan Indonesia, karena telah memakan korban banyak. Kita evakuasi korban ini bagi yang meninggal dan ini terus kita lakukan. Bagi korban yang masih bisa diselamatkan juga terus kita lakukan penanganan medis dari tim medis dengan memberikan pertolongan," jelas Bupati Sanusi depan IGD RS Wafa Husada Kepanjen.
Dia belum memastikan total jumlah korban jiwa yang telah meninggal dunia dan yang terselamatkan. Pemkab Malang melalui Dinas Kesehatan dan tim gabungan terus melakukan pendataan dan identifikasi terhadap seluruh korban yang ditangani di seluruh rumah sakit terdekat yang ada di Kota Kepanjen.
Namun, data yang didapat dari pihak kepolisian sementara korban meninggal dunia berjumlah 127 orang, terdiri 125 orang Aremania dan 2 anggota kepolisian yang bertugas di laga semalam.
''Pasca kejadian ini, kita terus melakukan pendataan terhadap para korban yang jumlahnya 100-an lebih. Semua korban masih ditangani medis semua dan dan melakukan perawatan sesuai prosedur di medis atau kesehatan. Saya minta melalui Dinas Kesehatan yang menangani semua korban, tanpa terkecuali. Semuanya harus ditangani dan semua pembiayaan ditanggung Pemkab Malang. Baik yang dirawat di RSUD Kanjuruhan, Teja Husada Wafa Husada dan beberapa rumah sakit terdekat lainnya di Kepanjen," jelasnya.
Baca Juga: Bahan Bakar Minyak Pertamax saja yang turun harga. BBM ini justru naik harganya
Bupati menambahkan Pemkab Malang menyiapkan command center bagi keluarga korban yang belum menemui keluarganya atau belum teridentifikasi dengan bisa langsung menghubungi. Command center meliputi berada di Stadion Kanjuruhan, RSUD Kanjuruhan dan Wafa Husada.
''Masyarakat supaya tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis serta tetap melakukan kegiatan seperti biasa. Upaya penyelamatan korban harus didahulukan, baik penyelamatan penanganan kesehatan bagi korban yang masih hidup atau selamat. Serta bagi yang sudah meninggal dunia," ***
Dapatkan update berita, dan informasi pilihan olah raga, film, dan lowongan kerja dengan bergabung di Grup Telegram TITIKTEMU.CO. Caranya, klik link Telegram TITIKTEMU dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
Artikel Terkait
Presiden Arema FC: Spirit Berkorban Jadi Bagian Penting dalam Tim Sepak Bola
PIALA PRESIDEN 2022: Arema FC ke Final, Menunggu Pemenang Borneo FC Vs PSS Sleman
8 Tempat Wisata Di Malang, No. 4 Disebut Berstandar International
7 Tempat Makan Enak di Malang, Nomor 3 Legendaris
Rekomendasi 7 Penginapan di Hotel Malang Terbaik dan Terunik Untuk Menginap !
Sarana Transportasi Malang, Menuju Lokasi Wisata atau Sekedar Keliling Kota. No.6 Khas Aremania