• Senin, 5 Desember 2022

Mahfud MD: Gas air mata disemprotkan, karena 2 ribu penonton kejar pemain bola. 13 Mobil polisi dirusak

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:24 WIB
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)
Kerusuhan terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, usai Arema dikalahkan Persebaya ([ic/twitter)

TITIKTEMU.CO - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang, dilepaskan karena penonton mengejar pemain sepak bola.

Mahfud menyebut sekitar 2.000 orang turun untuk mengejar para pemain. Sasarannya para pemain dari kedua klub sepak bola yang bertanding, yakni Arema dan Persebaya.

"Ada yang mengejar Arema karena merasa kok kalah. Ada yang kejar Persebaya. Sudah dievakuasi ke tempat aman. Semakin lama semakin banyak, kalau tidak pakai gas air mata aparat kewalahan, akhirnya disemprotkan," kata Mahfud kepada media, seperti dilansir di instagram nyinyir_update_official.

Baca Juga: Pertandingan Persib Vs Persija Resmi Ditunda. Jangan Khawatir Tiket Masih Bisa Digunakan...

Sebagaimana diketahui, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi usai suporter Arema memasuki lapangan karena kecewa timnya kalah melawan Persebaya. Insiden itu direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu suporter panik.

Akibatnya, massa penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga sesak nafas dan terinjak-injak.

Baca Juga: Rusuh suporter di Malang, 180 korban masih dirawat di RS. Ini lokasi jenazah korban dan pasien yang dirawat

Sementara itu, beredar di media sosial "Laporan Konferensi Pers Terkait Kejadian Kerusuhan Suporter Pasca Pelaksanaan Pertandingan Liga 1 Antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruan Malang."

Halaman:

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X