TITIKTEMU.CO – Kepolisian mengungkap kronologi tewasnya prajurit TNI Prada Arif Budiman Sampurna yang menjadi korban pengeroyokan dan penusukan di kawasan Jalan Raya Permata Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026 itu diduga dipicu kesalahpahaman saat mengantre membeli sate taichan. Dari hasil penyelidikan, korban mengalami 10 luka tusuk yang menyebabkan meninggal dunia.
Berawal dari Perselisihan saat Mengantre Sate Taichan
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, menjelaskan insiden bermula ketika korban dan kelompok pelaku sama-sama memesan sate taichan di lokasi penjualan.
Kesalahpahaman terjadi karena pesanan yang disiapkan penjual diduga diklaim oleh kedua belah pihak. Situasi kemudian memanas hingga berujung adu mulut.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Rumah di Pulomas yang Tewaskan Dua Anak, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Menurut polisi, perselisihan tersebut berkembang menjadi aksi kekerasan setelah salah seorang pelaku lebih dahulu memukul korban.
Korban Melarikan Diri, Pelaku Terus Mengejar
Usai mendapat pukulan, Prada Arif berusaha menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan lokasi.
Namun, kelompok pelaku tidak menghentikan aksinya dan terus mengejar korban. Polisi menyebut salah satu pelaku bahkan menggunakan sepeda motor untuk mengejar karena korban mampu berlari cukup jauh.
Berdasarkan keterangan keluarga, Prada Arif memiliki latar belakang sebagai atlet lari sehingga sempat meninggalkan para pelaku sebelum akhirnya berhasil dikejar.
Jarak antara lokasi awal keributan dengan tempat korban ditemukan diperkirakan mencapai 500 hingga 800 meter.
Korban Mengalami 10 Luka Tusuk
Artikel Terkait
Slavko Vincic Resmi Pensiun usai Pimpin Final Piala Dunia 2026, Tinggalkan Jejak Bersejarah di Dunia Wasit
Polisi Bantah Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak, Viral usai Beredar di Media Sosial
Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba Bersama Anggota
Sudaryono Pecat 261 Pegawai BGN Bermasalah, Ada yang Diduga Terlibat Judi Online hingga Penyalahgunaan Dana
Update Kasus Sutrimo yang Dikaitkan dengan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, CCTV hingga Data Medis Masih Didalami