TITIKTEMU.CO - Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan terdiri dari banyak suku. Dari beragam suku tersebut muncullah beragam adat-istiadat, budaya, dan kultur lainnya. Salah satu unsur budaya yang ada di Indonesia adalah batik. Batik secara historis berasal dari suku Jawa.
Baca Juga: Eksotisme Batik Tua di Dalem Wuryaningratan, Solo
Istilah batik berasal dari kosa kata bahasa jawa ,yaitu amba dan titik.
Amba artinya kain. Titik artinya cara memberi motif pada kain menggunakan malam (lilin) cair dengan cara mentitikannya.
Cara membatik
Batik pada dasarnya adalah menutup permukaan kain dengan malam (lilin) cair, agar ketika kain dicelup ke dalam cairan pewarna, kain yang tertutup malam tersebut tidak ikut terkena warna.
Baca Juga: 7 Fitur Baru Whatsapp Yang Sudah dan akan Dirilis. Nomor 6 Mungkin Kabar Gembira Anda
Pada masa kerajaan Majapahit di abad 17, saat kerajinan ini mulai dikenal. Batik mulai dituliskan di atas kain dan dibuat pakaian.
Bahan yang digunakan saat itu adalah kain putih yang merupakan hasil tenunan sendiri.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Di Makassar Terpopuler, Nomor 10 Namanya Sudah Mendunia
Sedangkan untuk membuat pola dan gambar, menggunakan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan.
Dari awal sejarah batik tersebut, akhirnya menyebar luas ke seluruh penjuru kerajaan. Saking populernya batik yang merambah dan turun temurun menyebar ke kerajaan-kerajaan lainnya, akhirnya para pembesar dari Kerajaan Mataram, Kerajaan Demak dan kerajaan-kerajaan setelahnya menjadikan batik sebagai simbol budaya.
Seiring berjalannya waktu yang cukup lama, sejarah batik berubah karena adanya perkembangan teknologi. Teknik batik yang dulunya hanya menggunakan batik tulis, sekarang sudah berkembang menggunakan teknik batik cap dan batik printing.
Baca Juga: 8 Tempat Wisata Di Malang, No. 4 Disebut Berstandar International
Cara pembuatan seperti ini berkembang setelah usainya perang duniai I dan masa modernisasi kian menyebar.
Sejarah batik dari perkembangannya tidak berhenti di situ saja, karena pada masa sekarang, batik bukan hanya dijadikan sebagai corak pakaian saja.
Artikel Terkait
Eksotisme Batik Tua di Dalem Wuryaningratan, Solo
Sejarah Batik Indonesia. Benarkah Ternyata Bukan dari Wilayah Jawa?
Batik, Dibabar dan Dititik. Jangan Pernah Menyebut Ecoprint Sebagai Batik
Sama-sama Kerajaan Mataram, Mengapa Batik Solo Beda dengan Yogyakarta? Ini Sejarahnya
Jalan-jalan ke Kampung Kauman dan Laweyan, Bukan Hanya Belanja Batik!
Pesona Batik Nusantara dalam Jogja Batik Carnival 2021
D-Batik UNNES Raih Penghargaan INDI 4.0 Award Kemenperin RI
Batik Blora Tampil Memesona di Ajang Muffest 2022 Yogyakarta