• Selasa, 24 Mei 2022

ADIAN NAPITUPULU BELEJETI FAHRI HAMZAH (1): Kita Beda Pilihan dan Yang Saya Pilih Jalan Yang Menyakitkan

- Jumat, 13 Mei 2022 | 18:17 WIB
Adian Napitupulu mengkritisi mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah  di twitter (pic/tangkapan layar twitter)
Adian Napitupulu mengkritisi mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di twitter (pic/tangkapan layar twitter)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Sekjen PENA 98, yang juga anggota DPR Adian Napitupulu membelejeti mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, melalui akun twitter @Paltiwest tertangal 12 Mei 2022.

Ditulis Adian Napitupulu: Terima kasih untuk Fahri Hamzah yang telah memberi pesan pada generasinya. Saya tidak tahu pesan itu untuk semua yang segenerasi atau hanya untuk saya dan Budiman saja, karena foto yang ada dalam twit nya (7 Mei 2022 pkl 20.44 WIB ) hanya foto saya dan Budiman bukan foto orang banyak.

Saya melihat pesan itu seperti mempertanyakan komitmen perjuangan, komitmen kerakyatan pada saya dan Budiman setelah 24 tahun Reformasi. Jika demikian, izinkan saya menjawab itu dengan sedikit berbagi cerita pada Fahri.

Baca Juga: Kasad Tinjau Latihan Penembakan Armed di Sukabumi

Saya ingat ketika saya dkk tersisa yang masih di jalan tahun 1999, Fahri sudah menjadi Staff Ahli di MPR. Berikutnya tahun 2004 Fahri dilantik menjadi anggota DPR sementara saya dan kawan kawan masih di pukuli dan ditangkapi. 2008 Kantor Pengacara saya di Police Line.

Saya di kejar hingga jadi "gelandangan" berkeliling dari kota kota lalu jadi pengumpul Trolly di berbagai pusat belanja negara orang. 2010 saya di pukuli hingga babak belur oleh belasan Polisi di pengadilan Jakarta Pusat.

Fahri, kita beda pilihan, beda jalan dan yang saya pilih adalah jalan yang sulit, menyakitkan dan tidak menyenangkan, walau demikian toh saya tidak pernah usil mengkritik dan mempertanyakan pilihan politik masing masing orang.

Baca Juga: Saat 11 Napi Bandar Narkoba Lapas Semarang Dipindahkan ke Nusakambangan...

Termasuk mengkritik Fahri saat itu sedang menikmati kursinya sebagai anggota DPR RI. 13 Maret 2007 DPR RI memutuskan agar penyidikan kasus Trisakti dan Semanggi tidak diteruskan. Saat itu bukankah Fahri yang mengaku aktivis 98 itu juga sudah menjadi anggota DPR.

Halaman:

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Asrama Haji Donohudan Siap Layani 15.305 Jemaah

Jumat, 20 Mei 2022 | 18:23 WIB
X