TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui Duta Besar RRT, Lu Kang, memberikan penghargaan tertinggi Chinese Government Friendship Award kepada Laksana Tri Handoko, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengatakan sebagai lembaga baru yang terbentuk setahun yang lalu, BRIN siap untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama yang sudah terjalin dengan beberapa eks lembaga riset pemerintah sebelumnya seperti BPPT, LIPI, LAPAN dan BATAN.
"Banyak peluang kerja sama untuk dikembangkan. Kita ingin ke depan untuk lebih banyak kerjasama dengan lembaga riset di Tiongkok," ucap Kepala BRIN, seperti dikutip dalam rilis BRIN di Jakarta, Rabu (27/4/2022).
Baca Juga: Sebaran Kuota Haji 1443 H/2022 Setiap Provinsi Sudah Ditetapkan. Jawa Barat Paling Banyak
Pada saat menerima kunjungan dari Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok Lu Kang di Gedung BJ Habibie Jakarta, Selasa (26/4) Handoko menjelaskan, Tiongkok merupakan salah satu negara penting khususnya dalam kerja sama riset, teknologi secara umum. Karena Tiongkok sangat kuat, dan memiliki banyak bidang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas riset di negara kita.
Saat ini BRIN mencoba untuk membangun ekosistem riset melalui banyak skema dan program. BRIN saat ini memiliki dua program besar, yaitu program mobilitas periset, dan program skema fasilitisi.
Untuk program mobilitas periset, terdiri dari lima skema dimulai dari visiting profesor, post doctoral fellowship, dan lainnya.
Baca Juga: Pendaftaran Dewan Pengawas TVRI Dibuka. Sila Daftar hingga 17 Mei 2022. Ini Syaratnya!
"Program itu terbuka untuk semua periset, termasuk dari periset luar negeri. Kita berharap periset dari Tiongkok nantinya bisa ikut berkolaborasi, karena mobilitas periset ini sangat penting untuk mendorong kolaborasi," ungkapnya.
Sedangkan program kedua yaitu fasilitasi riset dan inovasi, untuk sembilan bidang riset termasuk oceanic research (riset kelautan) dan eksplorasi keanekaragaman hayati.
BRIN mengundang Republik Rakyat Tiongkok untuk menjadi partner dalam skema yang dimiliki BRIN. Selain juga mengeksplorasi dan memperluas kerja sama di luar skema tersebut. Termasuk dalam pengembangan riset dan teknologi nuklir dan juga keantariksaan. "Kita tahu Tiongkok sangat kuat di dua bidang itu," ucapnya.
Handoko pun menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepadanya. "Ini sebuah kehormatan bukan hanya buat saya, tapi juga untuk BRIN dan seluruh rakyat Indonesia. Ke depan, kita harapkan akan melanjutkan dan memulai kembali lagi hubungan yang lebih intensif, setelah terbentuknya BRIN. Saya yakin BRIN akan lebih memiliki kemampuan untuk mendukung kolaborasi dan memperkuat kerja sama antara periset kedua negara," ucapnya
Duta Besar Lu Kang menyampaikan, Indonesia merupakan negara ASEAN dan negara berkembang yang berkedudukan penting dengan pengaruhnya kian meningkat dalam urusan internasional dan regional.
Artikel Terkait
Percepatan Teknologi Hingga Tahun 2030, Akan Akibatkan Sekitar 2 Miliar Pegawai Kehilangan Pekerjaan
Menlu RI, Retno Marsudi: Indonesia Desak Pemusnahan Senjata Nuklir
Dewan Pengarah BRIN Sudah Dilantik Presiden Jokowi, Simak Susunan Lengkap Keanggotannya
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Amankah? UGM Menjawab Tantangan Ini
Panel Anti Peluru Berbahan Serat Rami, Inovasi dari Institut Teknologi Bandung
Kuliah Gratis di Kampus Negeri Politeknik Nuklir BRIN. Kesempatan Emas, Lulusan SMA Simak Syaratnya di Sini