Dia menambahkan di tengah merebaknya Covid-19 varian Omicron, Indonesia gencar menjalankan vaksinasi primer dosis lengkap 1 dan 2.
Kebijakan vaksinasi dosis lengkap itu membuat pemerintah Indonesia tidak perlu mewajibkan vaksinasi booster.
“Perlu diingat, di tengah Omicron ini masih ada Delta dan varian lainnya. Jadi yang harus dilakukan adalah mengejar cakupan vaksin dua dosis,” jelas Dicky.
Dicky menilai kepedulian pemerintah Indonesia dalam merespons munculnya Covid-19 varian Omicron dengan vaksinasi booster merupakan langkah tepat.
Baca Juga: Vaksin Booster Covid-19 untuk Umum, Perlukah? Simak Kata Ahlinya
“Keberhasilan vaksin booster bergantung strategi, yaitu memprioritaskan pada kelompok berisiko tinggi atau kelompok rentan,” jelas dia.
Dia menyampaikan negara-negara di dunia kesulitan menghindari ledakan kasus Omicron. Dari sisi dampak individu, Omicron lebih rendah dari varian Delta.
Namun, lanjut Dicky, dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi jauh lebih besar. Pasalnya, jumlah warga yang terpapar akan mengalami lonjakan dan sulit terkendali.***
Artikel Terkait
Belum Dibutuhkan, WHO Kecam Vaksin Booster di Negara-negara Kaya
Cegah Penyebaran Meluas, Kemenhub Hadang Omicron di Pintu Masuk Internasional
Antisipasi Omicron, Pemerintah Siapkan 120 Ribu Tempat Tidur Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Omicron Mengganas, Indonesia Tutup Pintu untuk 14 Negara
SE Terbaru Menkes: Setiap Kontak Erat Kasus Covid 19 Varian Omicron Wajib Karantina 10 Hari
Covid 19 Varian Omicron Capai 506 Kasus, Masyarakat Harus Siap Hadapi Lonjakan Gelombang Ketiga