Pembangunan Bendungan Randugunting berada di bawah tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya - PT Andesmont Sakti (KSO) dengan biaya APBN 2018-2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp880 miliar.
Baca Juga: Air Terjun Sri Gethuk, Menikmati Grand Canyon Idonesia di Gunungkidul
Selain penyediaan air baku dan irigasi, Bendungan Randugunting dengan luas genangan 187,19 hektare juga akan berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 75% atau sebesar 81 m3/detik dengan pengurangan luas areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare.
Basuki menambahkan Bendungan Randuguting juga memiliki potensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan sistem solar panel.
"Bendungan ini memiliki potensi untuk solar energi. Jadi kita akan coba memasang floating solar panel di bendungan. Saat ini kita punya 231 bendungan, jika ditambah 61 bendungan yang akan selesai 2024, kita akan punya 292 bendungan. Jika semua kita pasang floating solar panel, energi terbarukan akan bisa berkembang (dari bendungan)," ujar Basuki. ***
Artikel Terkait
Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Bendo, Ponorogo, Jawa Timur. 17 Bendungan Menyusul Selesai Tahun 2021
Setelah Bendungan Bendo, Presiden Jokowi akan Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri Bulan Desember
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Temui Butet di Yogya: Saya Bener-bener Kaget, Sekarang Pakai Kursi Roda
Debit Air Bendungan Colo Menyusut. Auto Warga Berebut Ikan
Bendungan Randugunting Blora Segera Berfungsi
Kementerian PUPR Pastikan Jalan Nasional dan Tol Siap Dilalui Arus Kendaran Nataru
Kementerian PUPR Terjunkan Alat Berat untuk Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru
Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri, Presiden Jokowi: Waduk adalah Kunci