Nadia menyampaikan berdasarkan data WHO, tingkat penularan varian Omicron tinggi dengan risiko sakit berat yang rendah.
Meski demikian, kata dia, masyarakat harus tetap waspada karena situasi bisa berubah cepat.
“Tingkat penularan dan penambahan kasus cepat akibat Omicron, tapi tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit atau ICU lebih rendah dibandingkan Delta,” jelas Nadia.
Nadia melanjutkan untuk mencegah penyebaran Omicron, upaya pelacakan kasus diintensifkan di berbagai daerah.
Untuk mendeteksi dini penyebaran Covid-19 varian Omicron, pemerintah melakukan pengetatan di pintu masuk, terutama laut dan darat.
“Positivity rate di pintu masuk laut dan darat 10 kali lebih tinggi daripada di udara,” katanya.***
Artikel Terkait
Ini Lima Perkembangan Terbaru Covid-19 Varian Omicron, Simak Ya!
Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Menkes: Jangan Panik, Tetap Prokes!
Varian Omicron Masuk Indonesia, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai
Omicron Masuk Indonesia, Begini Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi
Ketok Palu! Gara-gara Omicron, Pemerintah Tunda Umrah hingga Tahun Depan
Omicron Menyebar, Indonesia Tambah Tiga Negara dalam Daftar Larangan Masuk
Tracing 250 Kontak Erat Kasus Omicron, 60 Terkonfirmasi Positif Covid 19. Masyarakat Diminta Tidak Panik