Secara sistem, program yang telah memberikan pelatihan dan insentif kepada 11,4 juta orang selama 20 bulan tersebut juga diakui oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai best practice untuk dijadikan contoh bagi program-program lainnya.
Baca Juga: 12 Warisan Budaya Indonesia Diakui Dunia sebagai Bagian dari Kebudayaan Global oleh UNESCO
Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2021 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyatakan, angkatan kerja yang mengetahui kartu prakerja mengalami peningkatan dan 87,2 persen penerima yang menyelesaikan pelatihan menyatakan bahwa pelatihan meningkatkan keterampilan kerjanya.
Selanjutnya, 27 persen penerima kartu prakerja yang tidak bekerja pada Januari 2021, saat ini sudah bekerja atau berwirausaha. Untuk mendukung bagi mereka yang menjalankan usaha atau berwirausaha, Pemerintah juga memberikan dukukan kemudahan akses permodalan usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Program kartu prakerja membuktikan sebagai satu-satunya layanan publik secara digital dan menjadi terobosan kebijakan ekonomi yang berdampak khususnya di bidang ketenagakerjaan dan kewirausahaan," ungkap Menko Airlangga.
Baca Juga: Tiga Raksasa Digital Indonesia Kawal Solo Menuju Smart City
Hal positif lainnya, program kartu prakerja mengakselerasi inklusi keuangan. Di mana, 28 persen penerima program kartu prakerja yang tidak memiliki rekening bank atau e-wallet sebelumnya, saat ini sudah memiliki rekening bank atau e-wallet.
Adapun, ekosistem kartu prakerja selama ini dibangun melalui kemitraan multipihak. Terdapat 7 platform digital, 181 lembaga pelatihan yang menyediakan 663 pelatihan, 5 mitra pembayaran, 8 institusi pendidikan, 4 job platform yang saling terkoneksi, serta 8 kementerian dan lembaga dan 17 pemerintah daerah yang membantu menyediakan data.
Pada 2021, penerima kartu prakerja juga sudah dapat melihat informasi lowongan pekerjaan yang bersesuaian dengan pelatihan yang telah diambil atau keahlian masing-masing, sehingga antara sisi penawaran dan permintaan tenaga kerja terhubung.
Baca Juga: Baca Alfatihah 41 Kali antara Salat Sunah dan Fardhu Subuh, Gus Baha: Kamu Tidak Akan Miskin
Untuk itu, pemerintah menyiapkan anggaran program kartu prakerja pada 2022 sebesar Rp11 triliun. Yang berbeda pada tahun sebelumnya, pada semester I program ini disiapkan dengan skema semi bansos. Berikutnya pada Semester II akan dijalankan secara hibrida (kombinasi online dan offline).
Menyangkut pendaftaran kartu prakerja di tahun depan masih tetap sama yakni melalui laman www.prakerja.go.id. Sementara itu, jumlah penerima kartu prakerja tahun 2022 ditargetkan sekitar 3 juta--4,5 juta penerima.***
Artikel Terkait
Awas! Banyak yang Gagal di Verifikasi Kartu Prakerja, Cek Datamu
Negara Rugi Rp 18 milyar Akibat Ulah Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja
Pingin Dapat Insentif Rp 150.000 dari Kartu Prakerja? Buruan Lakukan Langkah Ini...
Segera Daftar ! Program Kartu Prakerja Tetap Bergulir Tahun 2022
Segera Buat Akun Kartu Prakerja di Dashboard Daftar Gelombang 23, Tombol Pendaftaran Dinonaktifkan Besok!