TITIKTEMU.CO, Jakarta - Pemerintah memastikan program Kartu Prakerja tetap digulirkan pada tahun 2022. Memasuki gelombang 23, pelaksanaan dari program itu bahkan tidak hanya dilakukan secara dalam jaringan (daring/online) seperti selama ini. Namun, juga akan dilakukan secara luar jaringan (luring) alias tatap muka.
Hal tersebut diungkapkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, program kartu prakerja mulai tahun depan bakal dilakukan secara offline tak hanya dilakukan online.
Baca Juga: Rennes: Pengumuman Penundaan Laga Tottenham Spurs vs Rennes Adalah Keputusan Sepihak
"Kartu prakerja ini akan dilanjutkan tahun depan, dalam enam bulan ke depan programnya masih sama, dan enam bulan berikutnya diharapkan kita sudah bisa membuat program yang sifatnya luring bukan hanya daring. Dan kembali kepada program awal, bukan hanya semi bansos tapi untuk mendorong retraining-reskilling agar sesuai dengan kebutuhan digitalisasi ke depan," ujar Menko Airlangga, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, kartu prakerja gelombang 22 telah resmi menjadi penutup gelombang pendaftaran program kartu prakerja pada 2021. Di mana kuota pada gelombang 22 pun berasal dari status kepesertaan yang dicabut pada gelombang 18 hingga 21.
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Korupsi adalah Penyakit dan Bahayanya Sangat Nyata!
Sebenarnya pemerintah hanya menjatah anggaran untuk program kartu prakerja pada 2021 untuk gelombang 18--21. Oleh karena disebabkan beberapa peserta tidak kunjung membeli pelatihan dalam waktu 30 hari sejak pengumuman kelolosan, status kepesertaannya pun dicabut. Selanjutnya kuota yang tersisa itu kemudian dialihkan menjadi gelombang 22 yang baru saja selesai November.
Meski pemerintah belum menyatakan secara resmi kapan kartu prakerja gelombang 23 dibuka kembali, project management officer (PMO) kartu prakerja tetap membuka pendaftaran bagi masyarakat yang tertarik mengambil program semi bansos ini.
Baca Juga: Revolusi Ralf Rangnick, Lima Pemain Muda Masuk Radar Manchester United
Pendaftar program kartu prakerja terbuka bagi semua WNI 18 tahun ke atas, baik pencari kerja, lulusan baru, korban PHK, karyawan, maupun pelaku wirausaha, namun tidak sedang mengikuti pendidikan formal.
Selain itu, penerima kartu prakerja tidak boleh tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, bukan penerima bantuan subsidi upah (BSU), bantuan produktif usaha mikro (BPUM), anggota TNI/Polri, pegawai ASN, kepala desa/perangkat desa, Komisaris BUMN/BUMD, anggota DPR, dan/atau DPRD.
Baca Juga: PPKM Level 3 Nataru Batal, Ini Alasannya Menurut Mendagri
Adapun untuk mengikuti pendaftaran kartu prakerja gelombang 23 yang akan dibuka nanti, calon peserta harus sudah memiliki akun prakerja di situs www.prakerja.go.id
Sebelum mendaftar akun, calon peserta gelombang 23 terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan berikut untuk daftar kartu prakerja sebagaimana dikutip TitikTemu.co dari www.prakerja.go.id, yakni sebagai berikut:
Artikel Terkait
INFO LOKER: PT Kimia Farma Diagnostika Membuka Kesempatan Kerja bagi Lulusan D3 dan S1
INFO LOKER: Kompas TV Buka Lowongan Kerja dan Program Magang Untuk Mahasiswa Tingkat Akhir
INFO LOKER : Yuk Gabung BUMN PT Berdikari (Persero) Tersedia 4 Formasi. Batas waktu 12 Desember 2021
INFO LOKER: Dicari Nih, 2 Posisi untuk Petinggi Jaringan Hyatt Hotels Corporation Uluwatu, Bali
Ada 37 Loker di BUMN Keuangan IFG, Dari Kepala Divisi, Kepala Departemen, Analis Hingga Staf, Ini Syaratnya
Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja, Bobol Jutaan Data Kependudukan, Rugikan Negara Milyaran Rupiah
Pingin Dapat Insentif Rp 150.000 dari Kartu Prakerja? Buruan Lakukan Langkah Ini...