Sedangkan heterolog merupakan pemberian dosis booster dengan vaksin yang berbeda yang digunakan pada vaksinasi primer.
Penny juga menyampaikan vaksin Sinopharm saat ini masih dalam tahap praregistrasi. Dia mengatakan Sinopharm membutuhkan waktu lama sebagai vaksin booster.
Baca Juga: Sah! BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun
“Kita akan kejar Desember ini sehingga sebelum Januari nanti bisa segera kita keluarkan emergency use authorization-nya,” jelas Penny.
Terkait vaksin booster berbayar, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta agar harga tidak mahal.
Tulus meminta agar tidak ada unsur komersial pada vaksin booster berbayar. Karena itu, harga yang ditetapkan harus dalam batas wajar dengan margin keuntungan maksimal 10persen.
“Ingat, pandemi banyak orang susah. Jangan sampai mengambil banyak keuntungan dari situasi ini,” ujar Tulus.***
Artikel Terkait
Disebut Lebih Gampang Menular, Ini 7 Fakta Varian Covid-19 Baru Omicron
Antisipasi Virus Corona Varian Omicron, Pemerintah RI Menolak Kedatangan WNA dari Wilayah Afrika
Awas Omicron! Ini Aturan Baru Perjalanan Internasional dari Satgas Covid-19
Ribuan Hoaks Soal Covid-19 Beredar, Masyarakat Diminta Waspada terhadap Berita Palsu Soal Omicron
Tetap Prokes! Begini Gejala Varian Omicron dan Cara Pencegahannya
Cegah Varian Omicron Masuk, Puan Maharani Tunda Seluruh Perjalanan Dinas Anggota DPR RI ke Manca Negara
Waspada Omicron, Menko Luhut: Jangan ke Luar Negeri Dulu, Apalagi Hanya untuk Liburan!
Ini Lima Perkembangan Terbaru Covid-19 Varian Omicron, Simak Ya!