TITIKTEMU.CO, BANDUNG -Wali Kota Bandung Oded M Danial meninggal dunia saat akan mengisi khotbah Jumat di Masjid Raya Mujahidin, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/12/2021).
Oded mengalami serangan jantung dan langsung dilarikan ke rumah sakit Muhammadaiyah. Namun, jiwanya tidak tertolong.
Dilansir dari Antara, menurut keterangan tertulis Humas Pemkot Bandung, Oded dijadwalkan menjadi khatib salat Jumat di masjid Raya Mujahidin. Oded terjatuh saat sedang salat sunah dan kehilangan kesadaran.
Baca Juga: Sekda Jateng: Tak Ada Lagi Setoran Pejabat di Era Ganjar Pranowo
Direktur Utama RS Muhammadiyah Kautsar Boesoiri mengatakan Wali Kota Bandung itu dinyatakan meninggal pukul 11.55 WIB.
Kautsar menyamgaikan hasil diagnosa sementara Walikota Bandung itu mengalami serangan jantung.
Menurut Kautsar, Oded tiba di rumah sakit Muhammadiyah sekitar pukul 11.45 WIB menggunakan mobil ambulans. Bantuan oksigen sudah terpasang untuk membantu pernapasan.
Baca Juga: Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru 43 Orang, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak
“Begitu datang langsung masuk UDG, namun kondisinya sudah sangat lemah. Detak nadinya sudah tidak ada, dan pupilnya sudah melebar,” jelasnya.
Pihak rumah sakit berusaha mengembalikan kondisi dengan resusitasi jantung dan paru-paru. Namun, tetap tidak menunjukan perkembangan.
“Takdir Allah berkata lain, Pak Walikota dinyatakan tidak ada pukul 11.55 WIB,” ujar Kautsar.
Oded sebelumnya Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018 mendampingi Ridwan Kamil. Oded menjadi walikota menggantikan Ridwan Kamil yang maju sebagai cagub Jabar.
Artikel Terkait
Siti Atikoh, Istri Ganjar Luncurkan Gerakan Gagah Bencana
Kumpulan Doa Singkat agar Dijauhkan dari Musibah dan Bencana, Salah Satunya Surat Al-Ikhlas dan Mu’awwidzatain
Presiden Joko Widodo: Metode Pemberantasan Korupsi Harus Disempurnakan
Kota Semarang dan Kabupaten Demak Raih Penghargaan Monitoring Centre for Prevention Kemenkeu RI
44 Orang Eks KPK Termasuk Novel Baswedan Dilantik Kapolri Jadi ASN Polri di Hari Anti Korupsi Sedunia
Erupsi Gunung Semeru, Pemerintah akan Merelokasi Ribuan Rumah di Zona Bahaya