Namun, tidak semua status gunung berapi pada level akan mengalami erupsi. Ancaman bahaya pada level ini berada di sekitar kawah.
Ciri-cirinya:
Pada status gunung berapi waspada mulai muncul aktivitas seismik, kejadian vulkanik, dan kenaikan aktivitas di atas level normal.
Baca Juga: Foto Udara Dampak Letusan Gunung Semeru Diambil dari Helikopter
Level 3 atau Siaga: Pada tingkatan ini, hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan terjadinya aktivitas vulkanik gunung berapi yang jelas.
Status gunung berapi pada level 3 akan terjadi erupsi terus menerus. Erupsi bisa meluas, namun tidak semua erupsi mengancam warga dan permukiman.
Ciri-cirinya:
Terjadi perubahan secara visual atau perubahan aktivitas kawah. Aktivitas bisa berlanjut ke letusan.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Sebanyak 902 Warga Mengungsi
Level 4 atau Awas: Level awas artinya hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan kegiatan gunung api yang semakin jelas.
Pada status gunung berapi awas biasanya terjadi erupsi. Gunung berapi pada level 4 ancamannya lebih berbahaya karena erupsi dapat meluas dan membahayakan.
Ciri-cirinya:
Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan uap, serta letusan berpeluang terjadi dalam waktu lebih kurang 24 jam.
Baca Juga: BNPB: Erupsi Gunung Semeru, Hingga Minggu Pagi, 13 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Status Awas merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, kemudian disusul muntahan abu dan awan panas.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Dua Kecamatan Gelap Gulita Diguyur Hujan Abu
Gunung Semeru Meletus, Diawali Guguran Lahar Hingga Akhirnya Erupsi
Aman! Erupsi Gunung Semeru Tak Ganggu Penerbangan
10 Warga Terjebak Erupsi, Evakuasi Menunggu Helikopter BNPB
Gunung Semeru meletus, Kepala BNPB bertolak ke Lumajang , Cek Penanganan Dampak Erupsi
Gunung Semeru Meletus, Puluhan Orang Alami Luka Bakar Akibat Guguran Awan Panas
Erupsi Sejak 1818, Ini Sejarah Letusan Gunung Semeru dari Masa ke Masa