Erupsi Sejak 1818, Ini Sejarah Letusan Gunung Semeru dari Masa ke Masa

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Minggu, 5 Desember 2021 | 08:10 WIB
Gunung Semeru (Id.Wikipedia)
Gunung Semeru (Id.Wikipedia)

TITIKTEMU.CO, LUMAJANG - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan malang, Jawa Timur, erupsi, Sabtu (4/12/2021) sore.

Gunung Semeru sudah meletus berulang kali sejak 1818. Gunung yang dikenal sebagai Paku Pulau Jawa ini pertama kali meletus 8 November 1818, lebih dari Lebih dari 200 tahun lalu.

Periode 1800 terjadi beberapa kali letusan, yaitu tahun 1829, 1839, dan 1832. Namun, letusan 1818 hingga 1913 tidak banyak informasi.

Baca Juga: 10 Warga Terjebak Erupsi, Evakuasi Menunggu Helikopter BNPB

Pada 1941-1942 terjadi erupsi panjang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat leleran lava pada 21 September 1941-Februari 1942.

Letusan Gunung Semeru sampai di lereng sisi timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Material vulkanik berhamburan sampai menimbun pos pengairan Bantengan.

Erupsi demi erupsi Gunung Semeru kemudian terjadi hampir setiap tahun pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955 – 1957, 1958, 1959, 1960.

Baca Juga: Jembatan Gladak Perak Diterjang Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, Lumajang-Malang Terputus

Gunung Semeru erupsi dahsyat pada 1 Desember 1977. Saat itu guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 10 km di Besuk Kembar.

Volume endapan material vulkanik mencapai 6,4 juta m3, dan awan panas mengarah ke wilayah Besuk Kobokan.

Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada 1978-1989, dan secara beruntun kembali tercatat pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008.

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, Sementara Tercatat Menelan Satu Orang Korban Jiwa

Saat erupsi tahun 1994, asap putih membumbung tinggi hingga 500 meter dengan guguran lava sejauh 1 km. Korban jiwa 7 orang akibat terseret lahar.

Pada tahun 2008 terjadi beberapa kali erupsi dalam rentang 15-22 Mei 2008. Empat guguran awan panas mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Sumber: bnpb.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X