Baca Juga: Aman! Erupsi Gunung Semeru Tak Ganggu Penerbangan
Gunung Semeru sempat tidur lama. Sebelum meletus pada 4 Desember 2021, gunung setinggi 3.676 mdpl ini meletus pada 1 Desember 2020, dan terulang pada pertengahan Januari.
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut aktivitas Gunung Semeru berada di kawah Jonggring Seloko, Tenggara puncak Mahameru.
Karakter letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3-4 kali setiap jam.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Dua Kecamatan Gelap Gulita Diguyur Hujan Abu
Abdul menjelaskan letusan vulcanian berkaraketr eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava.
Sebaliknya, karakter letusan strombolian menyebabkan terjadinya pembentukan kawan dan lidah lava baru.***
Artikel Terkait
Awas! Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer
Status Siaga, Merapi Keluarkan Guguran Lava 144 Kali
Lava Pijar Meluncur Lagi, Status Gunung Merapi Kembali Siaga
Gunung Merapi Mengeluarkan Suara Gemuruh yang Terdengar hingga 4 Kali
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Pijar Lima Kali Sejauh 1,8 Km
Gunung Merapi Masih Menunjukkan Aktivitas Kegempaan, BPPTKG Yogyakarta Terapkan Status Siaga
Gunung Semeru Meletus, Diawali Guguran Lahar Hingga Akhirnya Erupsi