TITIKTEMU.CO - Varian baru virus corona Omicron sudah terdeteksi di 27 negara. World Health Organization (WHO) menyebut varian sangat cepat menularkan virus.
Pasalnya, varian Omicron juga memiliki jumlah mutasi pada protein spike yang jauh lebih tinggi dibandingkan varian lainnya, termasuk varian Delta.
Kondisi ini dikhawatirkan omircrom bisa menyebabkan ledakan kasus Covid-19 yang tidak terkendali. Dalam beberapa minggu terakhir, infeksi meningkat tajam.
Baca Juga: Ribuan Hoaks Soal Covid-19 Beredar, Masyarakat Diminta Waspada terhadap Berita Palsu Soal Omicron
“Jumlah kasus varian ini mulai meningkat di hampir semua wilayah di Afrika Selatan. Kmai meminta negara-negara di dunia untuk meningkatkan pengawasan,” demikian penjelasan WHO dikutip TITIKTEMU dari Covid-19.go.id.
WHO menyebut sampai saat ini gejala dari penularan varian Omicron masih belum diketahui jelas.
Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyampaikan bahwa ciri-ciri gejala dari varian Omicron berbeda dengan gejala varian Delta.
Baca Juga: Disebut Lebih Gampang Menular, Ini 7 Fakta Varian Covid-19 Baru Omicron
Sejumlah dokter di Afrika Selatan yang menangani pasien dengan varian Omicron menyebut gejala orang yang mengalami varian Omivrom relatif ringan.
Para dokter juga menyebut gejala ringan Omivrom sebagian besar terjadi pada usia 20-30 tahun. Sedangkan pada orang tua memiliki gejala yang lebih berat.
Berikut ini gejala Covid-19 varian Omicron:
Merasa kelelahan selama satu atau dua hari
Sakit kepala dan badan terasa sakit
Tenggorokan serak
Artikel Terkait
Pemerintah Pantau 3 Varian Virus Baru Agar Tidak Masuk ke Indonesia
TNI Siagakan Pos-Pos Perbatasan, Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 ke Indonesia
Varian Baru Covid-19 Mu belum Terdeteksi, Mudah-mudahan Tidak Masuk Indonesia
Cegah Varian Baru Tembus Indonesia, WNA Hanya Boleh Masuk Melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi.
Antisipasi Virus Corona Varian Omicron, Pemerintah RI Menolak Kedatangan WNA dari Wilayah Afrika