Presidensi G20 Indonesia, Momentum untuk Menjembatani Kesenjangan Digital Dunia

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 2 Desember 2021 | 10:53 WIB
Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia di Jakarta, 1 Desember 2021 (Amiriyandi/InfoPublik)
Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia di Jakarta, 1 Desember 2021 (Amiriyandi/InfoPublik)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Presidensi negara-negara ekonomi terbesar dunia atau Group of Twenty (G20) resmi dilaksanakan Indonesia mulai 1 Desember 2021 hingga November 2022 mendatang.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum Indonesia untuk menjembatani kesenjangan digital dunia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, mengatakan saat ini kesenjangan digital antara negara maju dan berkembang masih tinggi karena faktor keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Liga Seri A: AC Milan Terus Memepet Napoli, Setelah Menang 3-0 dari Genoa di Kandang Lawan

“Oleh karena itu, kita tentu harus membangun kerja sama di antara negara-negara G20 yang menguasai dan melibatkan lebih dari 80 persen ekonomi dunia,” ujar Menkominfo di sela-sela acara Kick Off G20 di Lapangan Banteng, Jakarta pada Rabu (1/12/2021) malam.

Lebih lanjut Menkominfo menjelaskan, kerja sama tersebut akan mengantar masyarakat dunia ke suatu tahap yang lebih bagus, yaitu migrasi kegiatan ke ruang-ruang digital.

Baca Juga: Liga Inggris: Aston Villa Vs Manchester City 1-2, Pacuan Menuju Juara Tetap Ketat

Menurut Plate, transformasi digital menjadi tonggak penting kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

“Tentu kita berharap bahwa penyediaan infrastruktur ICT (Information, Communication, Technology) yang lebih merata di Indonesia memperkecil disparitas digital, akan menjadi tonggak dan pilar penting (enabler) agar Indonesia dan masyarakatnya juga mengambil bagian yang aktif di dalam transformasi digital,” jelas dia.

Baca Juga: Dibuka, Casting Pemeran Film tentang Srimulat di Solo!! Jangan Ketinggalan!!!!

Hal ini sejalan dengan pesan solidaritas yang selalu ditekankan Presiden Joko Widodo, yakni inklusivitas bersama.

Yaitu bagaimana negara-negara yang sudah lebih maju, membantu yang sedang berkembang, negara yang sudah lebih kaya membantu negara-negara miskin yang sedang berkembang dan seterusnya.

“Intinya Indonesia akan menyuarakan agar solidaritas, keadilan (justice) bagi semua bisa kita wujudkan dalam kerja bersama pemulihan pacapandemi (Post COVID-19 Recovery),” tutur dia. 

Baca Juga: Catat! Ini 7 Film Indonesia Terbaru yang Tayang di Penghujung Tahun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: infopublik.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X