Budi menyampaikan, pemerintah juga terus memastikan penerapan protokol kesehatan pada penyelenggaraan kegiatan berskala besar dan pendidikan tatap muka (PTM) terbatas.
“Persiapan untuk event-event internasional, terutama berkaitan dengan G20 di Bali juga sudah dipersiapkan. Juga kami mempersiapkan juga pendidikan tatap muka untuk memastikan bahwa jalannya kedua acara besar ini tidak mengganggu atau menimbulkan risiko untuk terjadinya peningkatan kasus,” ujarnya.
Presiden Jokowi juga meminta jajarannya untuk tetap berhati-hati dan waspada terutama terhadap penyebaran varian Delta AY.4.2 yang mengalami kenaikan kasus di beberapa negara di Eropa.
Baca Juga: Ini Dia, 7 Pahlawan Nasional Paling Tampan Pada Masanya
“Arahan Bapak Presiden, khususnya kota-kota yang akan menjadi host-nya G20 itu harus dijaga dengan benar-benar, harus diperhatikan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.
Budi menyampaikan, untuk mengantisipasi masuknya varian yang sudah terdeteksi di Malaysia ini pihaknya terus mengintensifkan pelaksanaan genome sequencing.
“Kita melakukan genome sequencing antara 1.500-1.800 tes per bulan. Kita tetap jaga, perbatasan-perbatasan kita dijaga. Apalagi ini sudah (terdeteksi di) Malaysia, banyak orang Indonesia pulang pergi dari Malaysia, baik darat, laut, dan udara. Ini nanti akan kita tingkatkan penjagaannya, agar kita bisa menahan potensi masuknya varian baru ini ke Indonesia,” tandasnya.
Baca Juga: Tampil di Google Doodle Hari Pahlawan: Ismail Marzuki
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan protokol kesehatan di pintu-pintu masuk kedatangan internasional.***
Artikel Terkait
Pemkot Yogya Bikin Posko Vaksinasi di Malioboro. Menyasar Wisatawan dan Para Pedagang
Indonesia Terima Dukungan Vaksin dari Selandia Baru
Wow, Ada Vaksin Berhadiah Uang Tunai dan Logam Mulia di Semarang!
Sah! BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun
Vaksinasi di Jateng Capai 60 Persen, 19 Daerah Nol Kasus Covid-19