Kemenag Susun Skema Penyelenggaraan Umrah dan Haji 1443 H

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:40 WIB
Dirjen PHU Hilman Latief memberikan keteraangan tentang Skema Penyelenggaraan Umrah dan Haji 1443 H (Kemenag)
Dirjen PHU Hilman Latief memberikan keteraangan tentang Skema Penyelenggaraan Umrah dan Haji 1443 H (Kemenag)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Dirjrn PHU Kemenag) Hilman Latief mengatakan pihaknya telah menyusun delapan rancangan skema penyelenggaraan ibadah umrah dan haji 1443 H.

Hal itu disampaikan Hilman dalam media gathering bersama dengan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Jakarta, Senin (18/10/2021).

“Kami menyiapkan beberapa skenario dan mitigasi perjalanan ibadah umrah ini. Baik berupa regulasi maupun teknis penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Baik sebelum pemberangkatan, pelaksanaan ibadah dan saat ia kembali ke Tanah Air,” kata Hilman.

Baca Juga: Liga Champions: Akhiri Ketergantungan Terhadap Ronaldo, Juventus Menang Tiga Kali Berturut-turut

Dikutip TITIKTEMU.CO dari laman kemenag.go.id, Dirjen PHU Hilman Latief mengatakan pada pertemuan ini telah menyepakati pada gelombang awal ibadah umrah di masa pandemi akan memberangkatkan para petugas PPIU dengan syarat sudah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi.

"Kesepakatan lainnya, PPIU yang berencana memberangkatkan, agar segera menyerahkan data jamaahnya kepada Ditjen PHU,” ujar Hilman.

Hilman menjelaskan, skema pertama yang dibuat pihaknya adalah seluruh persyaratan jamaah umrah akan mengikuti ketentuan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Baca Juga: 7 Gudeg Jogja Legendaris yang Wajib Kamu Coba. Mana Saja?  

Setelah mengikuti ketentuan dari pihak Arab Saudi, yang kedua jamaah wajib mengikuti protokol kesehatan secara ketat sebelum keberangkatan, saat pelaksanaan perjalanan ibadah umrah maupun saat kembali ke Indonesia.

Skema ketiga, Hilman menyebutkan untuk keberangkatan dan kepulangan akan dilaksanakan secara terpadu melalui satu pintu saja yakni Bandara Soekarno Hatta. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dalam masa pandemi COVID-19.

Hilman menambahkan, skema keempat penerbangan yang diizinkan untuk mengangkut jamaah umrah beserta bawaannya, pihaknya mengusulkan menggunakan penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia langsung menuju Arab Saudi.

Baca Juga: Liga Champions: Manchester United Comeback Dramatis. Cristiano Ronaldo Tumbangkan Atalanta

“Untuk tes polymerase chain reaction (PCR), pelaksanaan tes itu akan dilakukan secara terpadu pada saat sebelum para jamaah berangkat. Para jamaah juga akan dikarantina di Asrama Haji sebelum keberangkatan dan sesampainya di Tanah Air.” kata Hilman menambahkan langkah kelima.

Guna memudahkan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah, sebagai langkah keenam, dia menjelaskan aplikasi PeduliLindungi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan berintegrasi dengan aplikasi milik Arab Saudi yakni Tawakalna dan Siskopatuh milik Kemenag.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X