Prof Wiku Imbau Penegakan Prokes Harus Jadi Budaya Hidup Berdampingan dengan Covid-19

photo author
Amraf, TitikTemu.co
- Kamis, 14 Oktober 2021 | 22:08 WIB
Prof Wiku Imbau Penegakan Prokes Harus Jadi Budaya Hidup Berdampingan Dengan Covid-19 . (Dok. BNPB)
Prof Wiku Imbau Penegakan Prokes Harus Jadi Budaya Hidup Berdampingan Dengan Covid-19 . (Dok. BNPB)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Pemerintah telah menyusun strategi jangka panjang dalam penanganan pandemi Covid-19, yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan.

Saat ini, pilihan terbaik bagi masyarakat adalah tetap menegakkan disiplin protokol kesehatan (Prokes) sebagai jalan menuju tatanan kehidupan baru.

Selain menyiapkan peta jalan hidup bersama Covid-19, pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya persuasif untuk membiasakan masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan baru, seperti terus disiplin Prokes dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk skrining di ruang publik.

Baca Juga: DKI Raih Medali Emas Cabor Terjun Payung di PON XX Papua 2021 Nomor Ketepatan Mendarat Beregu Putra

Untuk mengoptimalkan perlindungan kesehatan dari hulu ke hilir, vaksinasi dan testing, tracing dan treatment (3T) pun tetap digencarkan.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat masih fluktuatif, namun cukup baik.

"Pada saat penularan rendah, apabila terjadi kebobolan dalam Prokes maka relatif masih terjaga. Tapi di tempat-tempat tertentu yang sirkulasi virusnya tinggi, maka tidak patuh Prokes bisa mendongkrak kasus. Jadi Prokes tidak bisa ditinggalkan," tegas Wiku dalam Dialog Produktif Forum Merdeka Barat 9, Kamis (14/10).

Baca Juga: Kementerian Dalam Negeri Tingkatkan Sinergisitas Penyebarluasan Informasi Publik

Dia menjelaskan situasi pandemi tanah air sejauh ini terpantau baik. Per 10 Oktober 2021, tidak ada kabupaten/kota berada pada zona risiko tinggi dan mayoritas pada zona risiko rendah.

Dengan perbaikan situasi Covid-19 di berbagai wilayah, menurut Wiku, relaksasi kegiatan masyarakat secara bertahap dengan persiapan matang, bisa dilakukan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah tetap melakukan pengawasan dan peninjauan.

Dengan begitu, jika terjadi peningkatan kasus maka dapat segera dilakukan pengereman. Pemerintah, kata Wiku, telah menerapkan strategi berlapis dengan banyak instrumen di dalamnya.

Baca Juga: Inilah Kharisma, Duta KDI MNC 2021, Asal Ngawen, Gunungkidul

"Yang juga penting adalah kewaspadaan yang melekat pada masyarakat. Di ruang publik tempat kegiatan, harus ada Satgas Prokes. Dengan demikian aktivitas masyarakat akan diawasi oleh masyarakat juga, sehingga tidak ada ruang untuk terjadi penularan tanpa terdeteksi, dan dapat dicegah lebih awal," ujar dia.

Wiku mengingatkan proses penularan dapat terjadi di 3 titik, yakni di tempat tinggal, transportasi, serta tempat aktivitas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amraf

Sumber: KPCPEN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X