Prakarsai Membatik Skala Nasional dan Dunia, Dharma Pertiwi Raih Piagam MURI

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Senin, 4 Oktober 2021 | 15:44 WIB
Memperingati Hari Batik Nasional 2021, Dharma Pertiwi menggelar kegiatan Membatik Skala Nasional dan Dunia. Kegiatan itu mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI).  (pic. puspen tni)
Memperingati Hari Batik Nasional 2021, Dharma Pertiwi menggelar kegiatan Membatik Skala Nasional dan Dunia. Kegiatan itu mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). (pic. puspen tni)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2021, Dharma Pertiwi menggelar kegiatan membatik secara serentak di seluruh nusantara, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Kegiatan membatik ini juga diikuti oleh para istri Atase Pertahanan dari Indonesia yang sedang bertugas di seluruh penjuru dunia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu akhir pekan kemarin,  usai mengikuti peringatan Hari Batik Nasional tahun 2021 melalui virtual yang dibuka secara resmi oleh Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo dengan tema “Batik Bersama Mendunia”.

Baca Juga: Jadi Pelaksana PPKM Mikro Terbaik, Gubernur dan Forkompimda Bali Terima Penghargaan Panglima TNI

Baca Juga: Ini 10 Link Twibbon Hari Batik Nasional, Ayo Bangga Budaya Indonesia!

“Kegiatan membatik juga diikuti oleh Ketum Dharma Pertiwi, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika perkasa, Ketum Jalasenastri Ny. Veronika Yudo Margono, Ketum PIA Ardhya Garini Ny. Inong Fadjar Prasetyo dan Ketua Yayasan Batik Indonesia Ny. Yanti Erlangga dan para istri Atase Pertahanan negara sahabat,” kata Ketum Dharma Pertiwi.

Lebih lanjut disampaikan Ny. Nanny Hadi Tjahjanto bahwa dalam rangka Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober, Dharma Pertiwi dan Yayasan Batik Indonesia dibawah binaan Dekranas & Dekranasda bersama-sama tergerak melaksanakan Gerakan Sadar Batik Nusantara secara serentak di seluruh dunia.

“Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi yang telah ditetapkan pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO,” ungkapnya.

Baca Juga: Jalan-jalan ke Kampung Kauman dan Laweyan, Bukan Hanya Belanja Batik!

Menurut Nanny, batik telah mendarah daging di masyarakat Indonesia sejak zaman nenek moyang dan keragamannya merupakan hasil dari akulturasi beragam budaya yang ada di Indonesia.

Corak dan motifnya tak pernah sama, berdasarkan letak geografis dan kearifan lokal masing-masing wilayah.

Ketum Dharma Pertiwi juga mengatakan bahwa dimasa Pandemi Covid-19 saat ini, Indonesia bangkit membangun kekuatan UMKM melalui gerakan Sadar Batik Nusantara.

Baca Juga: Sama-sama Kerajaan Mataram, Mengapa Batik Solo Beda dengan Yogyakarta? Ini Sejarahnya  

“Untuk itu kami tergerak mengungkapkan kekuatan kebersamaan dan keberagaman Indonesia dengan menyelenggarakan Membatik Nusantara di ikuti oleh seluruh Perwakilan Indonesia di seluruh dunia, di seluruh pelosok nusantara dalam rangka Kebhinekaan Indonesia,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X