Saat itu bioavtur diujicobakan pada mesin jet CFM-56 Boeing-737 dalam kondisi statis di ruang terkontrol. Uji coba menghabiskan lebih 9.000 liter bioavtur.
Hasilnya dinilai baik. Perbedaan kinerja dari avtur dari bahan fosil hanya 0,2–0,6 persen. Berbagai aspek juga diperiksa.
Mesin yang disimulasi dalam kondisi ground idle (persiapan terbang), flight idle (kondisi terbang), dan pada kondisi mesin berakselerasi (accel).
Pemeriksaan juga meliputi beberapa indikator, seperti panas dan mesin, oil pressure, dan performance mesin (tenaga).***
Artikel Terkait
Horeee! Pertamina Temukan Cadangan Migas di Utara Jakarta
Indonesia dan Tiongkok Selesaikan Transaksi Bilateral dengan Uang Lokal
Indonesia Mendapat Suntikan Dana Kedua dari IMF setelah Krisis Ekonomi 1998. Cadev Tertinggi Dalam Sejarah
Kuasai Market Share 51% Jasa Marga Berkomitmen Terus Wujudkan Jalan Tol Berkelanjutan