nasional

'LOVE IN TURKEY' Episode 16, Oleh: Ahliya Mujahidin

Senin, 11 Juli 2022 | 07:00 WIB
Flora Turki. Ilustrasi (id.wikipedia.org)

Aku menuruti. Kulangkahkan kaki mundur beberapa meter darinya. Kulihat Jordan perlahan berjalan ke arahku dengan tertatih. Aku menatapnya khawatir.

"Kamu pasti bisa Jordan. Kamu kuat. Aku yakin kamu pasti bisa. Sebentar lagi kita akan berlari bersama." Aku menyemangatinya.

Jordan tersenyum sambil menahan rasa sakit. "Aku pasti bisa. Demi kamu dan Dania." Jordan menyemangati dirinya sendiri.

Langkahnya semakin cepat. Aku tersenyum bahagia. Jaraknya denganku tinggal satu meter. Jordan semakin mempercepat langkahnya. Akhirnya dia sampai di depanku dan langsung memelukku.

Baca Juga: Balapan F1: Pebalap Ferrari Charles Lecrerc Juara GP Austria, Asapi Max Verstappen di kandang Red Bull

"Aku bisa Sabrina. Aku bisa jalan." Jordan terdengar bahagia.

"Kamu pasti bisa." Aku membalasnya dengan nada bahagia.

"Terima kasih, Sabrina. Hanya kamu orang yang selalu ada di saat aku menjalani semua ini. Aku bersyukur memilikimu."

Aku perlahan mengangkat tangan untuk menyentuh punggungnya. Kuusap punggungnya. "Aku bahagia jika kamu bahagia. Itu sudah tugasku menjadi istrimu."

Jordan mengurai pelukan. "Aku ingin memberimu hadiah." Dia menatapku.

"Hadiah? Hadiah apalagi? Sudah cukup hadiah yang kamu berikan untukku." Aku menatapnya.

"Akan ada banyak hadiah yang akan kuberikan untukmu atas usaha yang selama ini kamu berikan untukku."

"Aku tidak butuh semua hadiah itu. Hadiahku hanya satu dan itu sudah kamu berikan." Aku tersenyum.

"Apa?"

Aku tak membalasnya.

Halaman:

Tags

Terkini