"Kita sudah sampai," kata Jordan.
"Boleh kubuka kainnya?" pintaku.
"Akan aku bukakan." Jordan membantuku membuka kain penutup mataku.
Aku mengerjapkan mata ketika kain itu terbuka. Aku menatap apa yang ada di hadapanku saat ini. Senyum kuukir.
"Bagaimana?" tanya Jordan.
"Indah." Aku membalasnya.
Walaupun tanpa cahaya, suasana pantai akan tetap indah. Lampu-lampu dari kapal nelayan terlihat indah dari sini. Ini seperti dermaga. Angin pantai begitu terasa menerpa tubuhku.
"Sabrina."
Aku membalikkan tubuh. Aku takjub ketika melihat lampu lampion terhias di sepanjang jalan dermaga ini sudah menyala. Jordan menyiapkan ini untukku.
Jordan meraih kedua tanganku. "Sebenarnya aku sudah menyiapkan semua ini sejak kemarin. Berhubung kamu lelah, aku menundanya dan baru sekarang aku menunjukannya padamu."
"Terima kasih untuk kejutan indah ini. Aku suka. Ini lebih dari cukup."
"Akan kuberikan apa pun yang bisa membuatmu bahagia." Jordan mencium kedua punggung tanganku bergantian.
Ia kemudian memelukku.
Tanganku terangkat untuk mengeratkan pelukan. Aku begitu menikmati pelukan dengannya malam ini. Lama kami berpelukan, mencari kenyamanan satu sama lain.
Setelah dari dermaga, Jordan mengajakku untuk makan malam. Menu ikan segar tersaji untuk kita pilih. Benar-benar memanjakan para pecinta ikan. Segala hasil laut ada di hadapanku saat ini dan semua siap masak dalam keadaan segar. Aku memilih lobster untuk menjadi menu makan malamku. Binatang laut ini sama sekali belum pernah kumakan. Jordan memesan cumi dan udang. Aku tak tahu pesanan kami akan dimasak apa asal semuanya enak. Aku dan Jordan sedang menunggu hasil pesanan makanan kami.