"LOVE IN TURKEY"
Oleh: Ahliya Mujahidin
Episode 16
Momen Romantis
Kebahagiaanku semakin hari bertambah. Jordan perlahan mulai bisa berjalan. Satu bulan ini dia berusaha semaksimal mungkin untuk menjalani terapi. Aku selalu mendukungnya untuk semangat menjalani. Dan hasil tidak mengingkari. Tugasku akan selesai. Semoga ini awal kebahagiaan untuk kami.
"Apa belajar menyetirmu sudah lancar?"
Aku menoleh ke arah Jordan. Satu minggu ini aku diajari menyetir mobil. Pertama dengan Nathan. Beberapa hari ini dengannya.
"Masih belum lancar. Aku masih takut." Aku membalasnya.
Jordan mengajariku menyetir agar aku tidak mengandalkan Nathan. Terkadang Nathan harus mengantar Jordan membuatnya terlambat menjemput Dania. Aku sempat menolak, tapi Jordan memaksaku.
Baca Juga: Tur Pra Musim Manchester United, Pemain Muda Bersaing Tampil Mengesankan bagi Pelatih Erik ten Hag
Aku bergegas menghampiri Jordan ketika dia berdiri. Aku meraih tangannya.
"Tidak apa-apa, Sabrina. Aku ingin belajar tanpa tongkat." Jordan menenangkanku.
"Tapi aku harus mengawasimu." Aku mulai menuntunnya.
Aku khawatir jika dia terjatuh ketika sedang belajar jalan. Jordan memang bukan anak kecil, bukan berarti dia tidak boleh diawasi.
"Lepaskan tanganmu. Aku akan baik-baik saja." Jordan melepaskan tanganku dari lengannya.