TITIKTEMU.CO LABUAN BAJO – Dlam kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin bersama Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin menyempatkan berwisata bahari di Pulau tersebut.
Wapres tiba di Dermaga Labuan Bajo Selasa (15/3) pukul 09.15 WITA. Selanjutnya Wapres berkeliling di sekitar Pulau Bidadari dan Pulau Kelor menggunakan KRI Sampari 628.
Baca Juga: LIVE Jam 09.30 di Youtube Sekretariat Presiden: Pagi Ini Jokowi Lepas Iring-iringan Pembalap MotoGp
Baca Juga: Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Syaban, Nomor 2 Paling Ditunggu
Wapres dan istri disambut Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlatamal) VII Kupang Laksamana Pertama Yudho Warsono dan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Labuan Bajo Letkol Laut (P) Roni.
Sambil menikmati keindahan Laut Flores, di dalam kapal tersebut Wapres mendapat penjelasan dari Laksma Yudho tentang kondisi kapal.
Menurut Yudho, KRI Sampari 628 ini berukuran panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, dan berat 460 ton. Kapal ini memiliki sistem pendorong andal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 28 knot.
“KRI Sampari 628 merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) kedua setelah KRI Tombak 629,” ungkap Yudho seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Wapres RI.
Mengingat ukuran Sampari yang tidak terlalu luas, rombongan yang mendampingi kunker Wapres ke pulau ini harus menggunakan kapal yang berbeda, yaitu KRI Ajak dan Kapal Motor (KM) Baswara Bahari 2.
KRI Ajak digunakan oleh para staf khusus, sementara awak media yang meliput kegiatan Wapres selama di Labuan Bajo menggunakan Kapal Motor (KM) Baswara Bahari 2.
Menurut Nahkoda Baswara Bahari 2 Duffan, kapal ini baru digunakan 2 kali. “Karena baru tiba di Labuan Bajo Februari lalu,” ujarnya.
Lebih jauh Duffan menjelaskan, moda transportasi laut yang dikirim ke Labuan Bajo baru-baru ini, merupakan bentuk dukungan Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut untuk menyukseskan berbagai event G20 di pulau ini, khususnya di sektor wisata.