Pasalnya, sisa daerah yang vaksinasinya belum tuntas berada di daerah pelosok, pinggiran, dan daerah terpencil.
Baca Juga: Begini Efek Samping Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Orangtua Nggak Perlu Cemas!
“Presiden minta para kepala daerah, pangdam, kapolda semakin kreatif berinovasi untuk program percepatan vaksinasi di pelosok,” jelas Pratikno.
Selain untuk menciptakan kekebalan komunal, percepatan vaksinasi juga dilakukan untuk menghadang varian Omicron yang muali masuk ke Indonesia.
Diketahui, WHO menyebut penyebaran varian omicron 70 kali lebih cepat dari versi asli SARS-CoV-2 dan varian delta dalam 24 jam.
Baca Juga: Ribuan Hoaks Soal Covid-19 Beredar, Masyarakat Diminta Waspada terhadap Berita Palsu Soal Omicron
Varian omicron ini pertama kali terdeteksi akhir November di Afrika Selatan. Sejak itu, penyebarannya meluas hingga 77 negara.
WHO memasukkan omicron ke dalam variant of concern, yaitu varian yang perlu diwaspadai.***