"Kalau ada angka, mestinya kita cek dulu. Hasil itu diperiksa dengan instrumen apa, lalu laporannya seperti apa. Kalau CT value 1,8 yang kemarin heboh itu, alatnya itu isothermal PCR," ujarnya. Dalam hal kasus CT Value 1,8 atas migran asal Jawa Timur itu, menurut Fauqa, menggunakan ii-PCR, yang berbeda skalanya dari RT-PCR.***