Adapun potensi angin kencang diperingatkan terjadi di sejumlah wilayah, yaitu Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Artinya, masyarakat yang berada di wilayah tersebut sebaiknya tidak hanya melihat apakah langit terlihat mendung atau cerah. Kondisi cuaca dapat berubah sehingga informasi terbaru tetap penting, terutama bagi mereka yang hendak bepergian atau melakukan aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Gagal Seleksi Administrasi LPDP 2026 Tahap 2? Jangan Panik, Masih Ada Jalur Sanggah
Hujan Lebat Bisa Memicu Bencana Hidrometeorologi
Peringatan dini bukan berarti bencana pasti terjadi. Namun, informasi tersebut menjadi sinyal agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem.
Pada kategori waspada, hujan sedang hingga lebat dapat memicu genangan, luapan sungai, maupun longsor. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas masyarakat.
Risikonya meningkat pada kategori siaga. Hujan lebat hingga sangat lebat dapat memicu banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak lebih besar terhadap aktivitas warga, infrastruktur, serta layanan publik.
Untuk kategori awas, dampaknya bahkan dapat meluas hingga menyebabkan gangguan serius terhadap layanan publik, kerusakan infrastruktur, dan ancaman terhadap keselamatan.
Karena itu, warga di daerah yang masuk peringatan dini sebaiknya tidak menunggu air naik atau angin bertiup kencang baru bersiap.
Cek Cuaca hingga Tingkat Desa
Ada satu hal penting yang bisa dilakukan masyarakat: jangan hanya mengandalkan informasi cuaca dari grup percakapan atau media sosial yang belum jelas sumbernya.
Baca Juga: Tukang Becak Ini Mendadak Masuk Desil 9, BPS Akhirnya Buka Suara: Statusnya Kini Berubah
BMKG menyediakan informasi peringatan dini dengan resolusi yang lebih detail hingga tingkat kelurahan atau desa. Informasi tersebut dapat dipantau melalui situs resmi BMKG, cuaca.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, media sosial @InfoBMKG, serta Call Center 196.
Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan gambaran kondisi cuaca yang lebih dekat dengan lokasi masing-masing.
Sebab menghadapi cuaca ekstrem bukan soal menebak kapan hujan turun. Yang lebih penting adalah tahu kapan harus bersiap sebelum cuaca berubah menjadi masalah.