Sailing pass sendiri menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian karena melibatkan unsur-unsur kapal dan kekuatan laut dalam sebuah rangkaian pelayaran bersama.
Baca Juga: Tukang Becak Masuk Desil 9, Lurah Desil 8: DPR Minta Pemerintah Jangan Cuma Percaya Data
Perjalanan Memakan Waktu Sekitar Tiga Pekan
Giuseppe Garibaldi mulai meninggalkan Italia pada Senin malam, 24 Agustus 2026 waktu setempat, atau Selasa dini hari waktu Indonesia.
Perjalanan menuju Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Kapal ditargetkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.
Dalam perjalanan tersebut, Giuseppe Garibaldi akan melewati Terusan Suez. Kapal juga direncanakan singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka, sebelum meneruskan perjalanan ke Indonesia.
Baca Juga: Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia, Ini Jam Puncaknya
Rute panjang itu membuat kedatangan kapal induk tersebut bukan sekadar perpindahan dari satu negara ke negara lain. Ada sejumlah tahapan dan agenda yang harus dilalui sebelum kapal benar-benar tiba di perairan Indonesia.
Nama Giuseppe Garibaldi Akan Berubah
Ada perubahan besar setelah kapal tiba di Indonesia. Giuseppe Garibaldi nantinya akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.
Sebelum digunakan oleh TNI Angkatan Laut, kapal akan menjalani proses penyesuaian terlebih dahulu. Tahapan ini diperlukan agar kapal dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan sistem yang digunakan TNI AL.
Kapal tersebut diterima Indonesia melalui skema hibah dari Pemerintah Italia. DPR RI sebelumnya telah menyetujui permohonan pemerintah untuk menerima hibah satu unit ITS Giuseppe Garibaldi pada rapat paripurna 21 Juli 2026.
Baca Juga: 2.000 Warga Depok Turun ke Jalan, 3 Tuntutan Ini Bakal Dibawa ke DPR pada 27 Agustus
Persetujuan itu diberikan setelah Komisi I DPR RI menyampaikan hasil pembahasan mengenai penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan dari luar negeri.
Kini, perjalanan Giuseppe Garibaldi menuju Indonesia memasuki babak baru. Kapal yang sebelumnya beroperasi bersama Angkatan Laut Italia itu sebentar lagi akan menjadi bagian dari kekuatan maritim Indonesia—dengan nama baru: KRI Gajah Mada.