Warga Sebut Masker Tiga Lapis Belum Hilangkan Bau Asap
Pekatnya kabut asap juga dirasakan warga yang melakukan perjalanan dari Banjarbaru menuju Banjarmasin.
Salah satu pengguna Threads mengaku telah menggunakan masker hingga tiga lapis, tetapi masih dapat mencium bau asap yang cukup menyengat.
“Pagi ini dari Banjarbaru-Banjarmasin asap karhutla dimana-mana. Masker udah 3 lapis, tapi baunya masih menusuk di hidung,” tulis akun @apluklat.
Ia juga menyebut kebakaran dan kabut asap telah berlangsung selama lebih dari sebulan. Namun, kondisi pada Rabu tersebut dinilai sebagai yang terparah.
Menurutnya, jarak pandang di beberapa titik bahkan disebut tidak mencapai 10 meter. Ia juga membagikan kondisi di Jalan A. Yani, tepatnya di depan Bandara Syamsudin Noor, yang tertutup asap.
“Udah sebulan lebih kayaknya asap karhutla berlangsung, tapi hari ini yang terparah. Jarak pandang di beberapa spot bahkan gak lebih dari 10 meter,” lanjutnya.
Baca Juga: Viral! Momen Mahasiswa BEM UI Roasting Polwan di Thamrin, Singgung Spanduk 'Kami Siap Melayani'
Kabut Asap Mulai Picu Kekhawatiran Kesehatan
Selain mengganggu jarak pandang, kondisi udara akibat kabut asap juga mulai membuat masyarakat khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan.
Sejumlah warganet mengaku mengalami batuk hingga sesak setelah menghirup udara yang dipenuhi asap.
“Bangun pagi kaget banget batuk-batuk sesak, lihat ke luar kayak gini. Langsung tutup jendela. Takut banget kena ISPA,” tulis akun @soulwander_ind.
Warganet lainnya menilai persoalan kabut asap akibat Karhutla sudah tidak sebatas mengganggu aktivitas dan jarak pandang, tetapi berpotensi menjadi persoalan kesehatan bagi masyarakat.
“Kondisi Kalimantan saat ini. Asap tebal akibat ribuan titik api karhutla bukan lagi soal jarak pandang, tapi ancaman kesehatan serius bagi warga,” tulis akun @nanadongezz.
Baca Juga: Kebakaran Besar Pangkalan PO Sinar Jaya Bekasi: 50 Bus Hangus, Api Padam Setelah 5 Jam