Padahal, yang sering dibutuhkan bukan metode baru, melainkan jeda sejenak untuk mengevaluasi ekspektasi.
Jika suasana rumah penuh tekanan, anak biasanya ikut merasakannya. Sebaliknya, ketika orang tua lebih santai dan sabar, proses belajar menjadi jauh lebih nyaman.
Jadi jika toilet training terasa gagal terus, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa anak belum mampu. Bisa jadi ia hanya menunggu orang dewasa di sekitarnya sedikit lebih siap, lebih tenang, dan lebih realistis.
Karena pada akhirnya, toilet training bukan ujian siapa yang paling cepat lepas popok. Ini hanyalah salah satu fase belajar dalam perjalanan panjang tumbuh kembang anak.***