Meski demikian, pelamar dengan latar belakang jurnalistik akan mendapatkan nilai tambah karena dianggap lebih relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
Selain syarat pendidikan, ada sejumlah kompetensi yang juga menjadi perhatian utama dalam proses seleksi.
Pelamar diharapkan memiliki pemahaman mengenai isu hak asasi manusia dan kesetaraan gender.
Pengalaman di bidang dokumentasi setidaknya selama satu tahun juga menjadi salah satu poin yang diperhitungkan.
Kemampuan komunikasi yang baik, keterampilan bekerja dalam tim, ketelitian, serta kemampuan mengelola administrasi kegiatan menjadi bekal penting yang perlu dimiliki kandidat.
Di era serba digital seperti sekarang, penguasaan teknologi informasi juga menjadi syarat yang tak bisa diabaikan.
Komnas Perempuan mencari individu yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.
Ada satu hal yang membuat proses rekrutmen ini cukup menarik dibanding banyak lowongan lainnya.
Baca Juga: Tren Plant-Based di Indonesia: Antara Gaya Hidup Tulus dan Flexing Doang
Setiap pelamar diwajibkan menulis esai maksimal 500 kata.
Esai tersebut harus menjelaskan alasan mengapa pengalaman, kemampuan, dan latar belakang yang dimiliki membuat mereka layak dipilih untuk posisi tersebut.
Bagi para pencari kerja, bagian ini bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas diri yang mungkin tidak terlihat hanya melalui CV atau daftar pengalaman kerja.
Pendaftaran dilakukan secara online dan dibuka hingga 26 Juni 2026 pukul 17.00 WIB.
Untuk mengirimkan lamaran bisa mengisi format berikut: