Banyak orang bekerja bertahun-tahun tetapi tidak punya tabungan.
Banyak yang terjebak cicilan konsumtif karena tidak paham bunga.
Banyak pasangan muda stres karena tidak pernah belajar mengatur keuangan rumah tangga.
Literasi keuangan seharusnya bukan ilmu elit. Ini kebutuhan dasar. Sama pentingnya dengan membaca dan berhitung.
Karena hampir semua keputusan hidup berkaitan dengan uang, mulai dari pendidikan, tempat tinggal, kesehatan, sampai masa pensiun.
Bayangkan jika siswa sejak SMA diajarkan cara membuat anggaran sederhana. Mereka belajar membedakan kebutuhan dan keinginan.
Mereka paham cara kerja kartu kredit, pinjaman online, pajak penghasilan, dan dana darurat. Dampaknya bisa besar saat dewasa nanti.
Pelajaran ini juga dapat menurunkan risiko salah keputusan finansial.
Anak muda tidak mudah tertipu investasi palsu.
Mereka lebih siap menghadapi gaji pertama. Mereka tahu bahwa gaya hidup mewah belum tentu sehat secara keuangan.
Kurikulum modern seharusnya mengikuti kebutuhan zaman.
Dunia berubah cepat. Teknologi berkembang.
Sistem kerja berubah. Beban ekonomi generasi muda makin berat.
Jika sekolah tidak menyiapkan siswa menghadapi realita, maka pendidikan kehilangan sebagian fungsinya.