Pemerintah juga menyiapkan dana Rp12,7 triliun untuk sekitar 3,8 juta pensiunan yang tetap mendapatkan hak THR setiap tahun.
Besarnya alokasi tersebut menunjukkan bahwa program THR tidak hanya menyasar pegawai aktif, tetapi juga mereka yang telah purna tugas.
Baca Juga: Siapa Suami Fadia Arafiq? Bupati Pekalongan Viral, Karier Politik, KONTROVERSI dan Kehidupan Pribadi
Komponen THR yang Diterima ASN
THR yang diberikan kepada ASN tidak hanya berasal dari gaji pokok saja tetapi juga mencakup berbagai komponen tunjangan yang melekat pada jabatan.
Komponen tersebut meliputi tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, hingga tunjangan kinerja sesuai aturan yang berlaku.
Pemerintah juga menegaskan bahwa THR berbeda dengan gaji ke-13 yang biasanya dibayarkan pada pertengahan tahun sekitar bulan Juni.
Baca Juga: BHR Ojol 2026 Cair! Sekitar 1 Juta Driver Bakal Terima Bonus Rp150 Ribu–Rp500 Ribu
Target Pencairan Sejak Awal Ramadan
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pencairan THR bisa mulai dilakukan sejak awal Ramadan 2026.
Harapannya dana tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama bulan puasa sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang Lebaran.
Keluhan ASN yang THR-nya Belum Cair
Walaupun pemerintah memastikan proses pencairan sudah dimulai, sejumlah ASN di berbagai daerah mengaku belum melihat dana THR masuk ke rekening mereka.
Seorang pegawai negeri di Badan Pengawas Tenaga Nuklir misalnya mengatakan bahwa THR yang ia tunggu belum juga muncul padahal dana tersebut dibutuhkan untuk biaya mudik Lebaran.
Keluhan serupa juga datang dari seorang PNS di Pemerintah Kota Bukittinggi yang menyebut bahwa pencairan THR untuk pegawai daerah sering kali lebih lambat dibandingkan pegawai pusat.