Minim interaksi geopolitik dan perlindungan alam pegunungan membuatnya jarang menjadi sasaran konflik.
6. Irlandia: Netral di Tengah Eropa
Irlandia memilih untuk tidak bergabung dengan NATO.
Sikap netral ini membuatnya lebih kecil kemungkinan terlibat langsung dalam perang berskala global.
7. Fiji: Jauh dari Pusat Konflik Dunia
Negara kepulauan di Pasifik ini berada di luar jalur utama konflik geopolitik.
Kekayaan sumber daya alamnya juga dinilai mendukung ketahanan jangka panjang.
8. Australia: Luas, Kaya Sumber Daya, dan Terisolasi
Dengan populasi yang relatif rendah dan sumber daya alam melimpah, Australia dianggap bukan target utama dalam konflik global, sekaligus memiliki peluang pemulihan pasca-perang.
9. Norwegia: Medan Terjal di Ujung Utara
Meski anggota NATO, kondisi geografis Norwegia yang ekstrem, berpenduduk jarang, dan berada di wilayah Arktik dapat mengurangi dampak langsung konflik besar.
10. Chili: Dilindungi Andes dan Samudra Pasifik
Chili memiliki perlindungan alami dari Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik.
Infrastruktur yang relatif maju dan sumber daya alam yang beragam menjadikannya cukup tangguh menghadapi kondisi ekstrem.
Pada akhirnya, daftar negara paling aman ini bukanlah jaminan keselamatan mutlak, melainkan gambaran tentang bagaimana faktor netralitas, geografi, dan kemandirian pangan dapat memperkecil risiko di tengah ketidakpastian global.