Bunga KUR 2026 Terbaru: Cara Menghitung Cicilan dan Simulasi Angsuran 

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 19 Januari 2026 | 18:05 WIB
Bunga KUR 2026 Terbaru: Cara Menghitung Cicilan dan Simulasi Angsuran. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN )
Bunga KUR 2026 Terbaru: Cara Menghitung Cicilan dan Simulasi Angsuran. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN )

TITIKTEMU.CO - Mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi solusi paling aman bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal.

Bunga rendah karena subsidi pemerintah membuat KUR jauh lebih ringan dibanding pinjaman komersial. Namun, banyak calon debitur bingung saat melihat besaran cicilan bulanan di akad kredit.

Masalahnya bukan pada bunganya, melainkan pada cara membaca dan menghitung cicilan dengan benar. Tanpa pemahaman yang cukup, pelaku UMKM bisa salah memperkirakan kemampuan bayar.

Baca Juga: Panduan Lengkap KUR 2026: 7 Jenis Kredit Usaha, Plafon, dan Bank Penyalurnya

Skema Bunga KUR 2026

Tahun 2026 ini, pemerintah memberlakukan bunga KUR 6 persen per tahun untuk debitur baru. Angka ini berlaku untuk KUR Mikro dan KUR Kecil, dengan subsidi bunga dari pemerintah.

Sedangkan untuk debitur yang pernah menerima KUR diberlakukan bunga berjenjang. Pengajuan kedua dikenakan bunga 7 persen, pengajuan ketiga 8 persen, dan pengajuan keempat 9 persen per tahun.

Skema ini bertujuan agar KUR tetap fokus membantu usaha yang benar-benar membutuhkan, sekaligus mendorong UMKM naik kelas ke pembiayaan komersial.

Baca Juga: Skor Kredit Jelek Bukan Akhir Segalanya: Cara Bersih-bersih Nama di SLIK OJK

Beda Bunga Efektif, Anuitas, dan Flat

Kesalahpahaman paling sering terjadi pada istilah bunga. Banyak orang mengira bunga 6 persen berarti cicilan dihitung secara flat murni.

Padahal, dalam praktik perbankan, KUR dicatat menggunakan sistem anuitas atau bunga efektif. Pada sistem ini, bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman.

Di awal masa kredit, porsi bunga dalam cicilan lebih besar, sementara porsi pokok masih kecil. Seiring waktu, bunga menurun dan porsi pelunasan pokok menjadi lebih besar.

Inilah sebabnya mengapa sisa pinjaman di tahun pertama sering terasa masih besar, meski cicilan rutin dibayar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X