TITIKTEMU.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia hingga 6 Januari 2026.
Peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh Siklon Tropis Iggy yang terdeteksi aktif di Samudra Hindia bagian selatan wilayah DIY hingga Jawa Tengah. Sistem cuaca tersebut menyebabkan penguatan angin dan kondisi laut yang lebih ekstrem di berbagai perairan nasional.
Pola dan Kecepatan Angin Meningkat
BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah utara hingga timur dengan kecepatan berkisar 6–35 knot. Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin dominan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8–35 knot.
Baca Juga: One Piece Episode 1156 Tidak Tayang Januari 2026, Ini Jadwal Rilis Resmi dan Penyebab Hiatus Panjang
Kecepatan angin paling signifikan terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Samudra Hindia barat Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.
Gelombang 1,25–2,5 Meter Berpotensi Terjadi
BMKG memprakirakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, antara lain:
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT
- Selat Karimata bagian utara dan selatan
- Laut Jawa bagian tengah dan timur
- Selat Makassar (utara, tengah, dan selatan)
- Laut Sulawesi (barat, tengah, dan timur)
- Laut Maluku, Laut Banda, Laut Seram
- Samudra Pasifik utara Papua dan Papua Barat
- Laut Arafuru bagian utara dan timur
Gelombang Tinggi 2,5–4 Meter Waspada Pelayaran
Sementara itu, gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di wilayah berikut:
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Lampung dan Bengkulu
- Samudra Hindia selatan Banten dan Jawa Barat
- Laut Natuna Utara
- Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua Barat Daya
- Laut Arafuru bagian tengah dan timur
Risiko Keselamatan Pelayaran
BMKG mengingatkan kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi:
- Perahu nelayan: angin >15 knot, gelombang >1,25 m
- Kapal tongkang: angin >16 knot, gelombang >1,5 m
- Kapal ferry: angin >21 knot, gelombang >2,5 m
- Kapal besar (kargo/pesiar): angin >27 knot, gelombang >4 m
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca maritim terkini, serta menunda aktivitas laut jika kondisi tidak memungkinkan.***