Indonesia Serukan Penyelesaian Damai Konflik AS–Venezuela Usai Serangan Udara di Caracas

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 4 Januari 2026 | 21:28 WIB
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha. (Tangkapan layar YouTube MoFA Indonesia)
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha. (Tangkapan layar YouTube MoFA Indonesia)

TITIKTEMU.COPemerintah Indonesia menyampaikan harapan agar ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela dapat diselesaikan melalui jalur damai tanpa memperburuk situasi kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul serangan udara AS yang menyasar ibu kota Caracas serta sejumlah wilayah lain di Venezuela pada Sabtu dini hari (3/1/2026) waktu setempat. Operasi militer ini merupakan puncak dari tekanan Washington terhadap Caracas yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan pentingnya pendekatan dialog dalam meredakan konflik.

Baca Juga: AS Klaim Ambil Alih Pemerintahan Venezuela Sementara, Nicolas Maduro Dibawa ke New York untuk Diadili?

“Indonesia mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk mengutamakan langkah de-eskalasi dan penyelesaian damai melalui dialog, serta memastikan perlindungan maksimal bagi warga sipil,” tulis Kemlu RI.

Indonesia juga menekankan bahwa setiap tindakan internasional harus tetap berlandaskan hukum internasional dan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Diketahui, armada laut AS telah meningkatkan kehadirannya di sekitar perairan Venezuela sejak akhir tahun lalu. Presiden AS Donald Trump menyebut langkah tersebut sebagai upaya menekan aktivitas penyelundupan narkoba dan perdagangan minyak yang melanggar sanksi internasional.

Baca Juga: Geger Dunia! Nicolas Maduro dan Istri Dikabarkan Ditangkap Pasukan Elite AS dalam Operasi Militer di Karakas

Sementara itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikabarkan ditangkap oleh pasukan AS dalam operasi terbaru tersebut. Hingga kini, keberadaan Maduro belum dapat dipastikan secara resmi.

Aksi militer AS ini memicu kecaman luas dari sejumlah negara sekutu Venezuela, termasuk Iran dan Rusia. Beberapa negara di kawasan Amerika Latin seperti Kolombia dan Kuba juga menyuarakan penolakan keras terhadap serangan tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X