Meskipun penghasilan berubah setiap bulan, kamu tetap bisa menentukan gaji tetap.
Caranya adalah menghitung rata-rata pendapatan tiga sampai enam bulan terakhir.
Misalnya rata-rata penghasilanmu Rp6 juta per bulan, kamu bisa menetapkan gaji diri sendiri Rp4 juta dan menyimpan sisanya sebagai buffer dana untuk bulan yang sepi.
Dengan cara ini, keuangan pribadi tetap stabil meski pemasukan bisnis naik-turun.
Baca Juga: Kasus Pajak Suryo Utomo Diusut Kejagung, Begini Respons Tegas Purbaya Yudhi Sadewa
4. Siapkan Dana Darurat Khusus untuk Penghasilan Tidak Tetap
Untuk freelancer dan pebisnis, dana darurat yang ideal adalah 6–12 bulan biaya hidup, lebih besar daripada karyawan tetap.
Dana darurat ini berfungsi sebagai bantalan ketika pemasukan turun drastis atau proyek tertunda.
Kamu bisa menabung sedikit demi sedikit dari setiap pemasukan besar agar dana darurat cepat terkumpul.
5. Alokasikan Dana Berdasarkan Persentase
Metode persentase sangat efektif untuk mereka yang penghasilannya tidak stabil. Contohnya:
- 50% untuk kebutuhan pokok
- 20% untuk tabungan dan investasi
- 20% untuk operasional bisnis
- 10% untuk hiburan
Metode ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan gaya hidup. Semakin disiplin, semakin stabil kondisi keuanganmu.
Baca Juga: BMKG–BNPB Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir Lahar Dingin Semeru
6. Diversifikasi Sumber Penghasilan
Cara terbaik menghadapi penghasilan tidak stabil adalah memiliki beberapa aliran pemasukan.