Baca Juga: Sibolga Diguncang Air dan Lumpur: Lima Warga Tewas, Puluhan Rumah Rusak, Bantuan Dikebut
Akses Terputus, Bantuan Dipertimbangkan Dikirim Lewat Udara
Kementerian Sosial ikut mempercepat distribusi bantuan bagi pengungsi. Namun banyaknya akses darat yang rusak menjadi kendala besar.
Pratikno menyebutkan bahwa bantuan kemungkinan besar akan lebih banyak dikirim melalui jalur udara jika kondisi cuaca mulai membaik.
“Kita tidak bisa menunggu sampai akses darat pulih. Bantuan harus segera sampai, dan opsi udara jadi pilihan utama,” tegasnya.
Meski demikian, pengiriman lewat udara tetap bergantung pada kondisi cuaca yang masih fluktuatif di area bencana.
Baca Juga: Sumut dalam Kepungan Air dan Tanah: Ketika Empat Kabupaten Berjuang di Tengah Bencana Berlapis
Laporan Banjir dan Longsor dari Sumatera Utara
Pusdalops BNPB melaporkan bahwa hujan ekstrem selama lebih dari dua hari di Kabupaten Sibolga telah memicu banjir dan tanah longsor.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan arus banjir yang menghantam rumah, menyeret kendaraan, dan merusak infrastruktur.
Air membawa material lumpur, batang pohon, puing bangunan hingga sampah.
Daerah terdampak banjir meliputi beberapa kelurahan seperti Angin Nauli, Aek Muara Pinang, Aek Habil, Pasar Belakang dan Pasar Baru.
Sementara wilayah yang terdampak longsor mencakup Angin Nauli, Simare-mare, Hutabarangan, Huta Tonga, Pancuran Kerambil, hingga Pasar Gerobak.***