TITIKTEMU.CO - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, memberikan kepastian baru terkait masa depan IKN.
Ia menegaskan bahwa Nusantara akan resmi ditetapkan sebagai ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR dan sejumlah kementerian terkait di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 25 November 2025.
Basuki—yang kini memimpin Otorita IKN setelah sebelumnya menjabat Menteri PUPR—menyebut bahwa keputusan tersebut masuk dalam peta jalan jangka panjang pembangunan Nusantara yang telah disusun pemerintah.
Baca Juga: Dari Senayan ke Sepaku: DPR ‘Menguji’ Basuki soal Nasib ASN di Kota Masa Depan IKN
ASN Mulai Hijrah ke Nusantara Mulai 2025
Selain penetapan status politik, Basuki memastikan bahwa pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berjalan sesuai rencana meskipun sejumlah regulasi baru tengah disesuaikan usai terbitnya Perpres dan putusan Mahkamah Konstitusi tentang aturan tanah di IKN.
Menurutnya, tahap awal perpindahan pegawai pemerintah pusat akan dimulai tahun ini.
“Pemindahan ASN ke IKN mencapai 1.700 hingga 4.100 orang dan dimulai pada 2025,” ujarnya.
Perpindahan ini menjadi penanda bahwa aktivitas pemerintahan akan mulai berjalan secara bertahap dari Nusantara.
Keberlanjutan Politik Jadi Penentu Kepercayaan Investor
Dalam kesempatan yang sama, Basuki mengungkap bahwa hal yang paling diperhatikan investor bukan soal teknis atau regulasi semata, melainkan kepastian bahwa pembangunan IKN akan terus dilanjutkan oleh pemerintahan mendatang.
“Yang utama bagi investor adalah keberlanjutan IKN,” tegasnya.
Menurut Basuki, kepastian arah politik jangka panjang menjadi fondasi penting agar investor tetap percaya dan tidak ragu melanjutkan investasi yang sudah dijajaki.