nasional

Dikira Gila, Kini Mendunia: Kisah Kurma Rinjani yang Lahir dari Tekad Petani Lombok Utara

Kamis, 20 November 2025 | 16:05 WIB
Ketika Kurma Menjadi Mimpi Tak Masuk Akal (Instagram )

Kesabaran Tiga Tahun yang Terbayar

Perjalanan tidak mudah. Banyak pohon yang mati sebelum besar. Para petani belajar dari nol: memahami teknik budidaya, pola air, hingga cara mengawinkan pohon kurma.

Baru tiga tahun kemudian, muncullah buah pertama.

Kurma yang tumbuh di tanah sendiri itu bagaikan oase di padang pasir.

Berita keberhasilannya menyebar cepat.

Warga yang dulu meremehkan kini justru datang berbondong-bondong untuk melihat langsung dan membeli kurma.

Baca Juga: Walk Out di Forum Reformasi Polri: Refly Harun dan RRT Protes Larangan Bicara untuk Tersangka

Dari Stigma Menjadi Kebanggaan

Keberhasilan itu mengubah pandangan banyak orang. Petani yang dulu skeptis kini ikut menanam kurma.

Kebun kurma mulai bermunculan di berbagai sudut Lombok Utara.

Lima tahun berjalan, kurma ini resmi terdaftar di Kementerian Pertanian RI sebagai Kurma Rinjani atau Kumari.

Bahkan pada 2025, Kumari menempati peringkat ke-7 kurma terbaik dunia di Festival Kurma Internasional Abu Dhabi.

Menanam Kurma: Capek Sekali, Untung Berkali-kali

Menanam kurma memang menuntut kesabaran karena baru bisa dipanen setelah tiga hingga empat tahun.

Namun setelah itu, pohon kurma berbuah setiap tahun tanpa perlu ditanam ulang seperti padi.

Halaman:

Tags

Terkini