Selain bibit siklon, berbagai fenomena atmosfer lain juga terpantau aktif, seperti:
- Madden-Julian Oscillation (MJO)
- Gelombang atmosfer Rossby Equatorial
- Gelombang atmosfer Kelvin
Ketiganya menciptakan zona perlambatan angin (konvergensi) yang membentang di banyak wilayah Indonesia.
Dengan kondisi udara yang lembap dan atmosfer yang labil, pertumbuhan awan konvektif menjadi lebih mudah terjadi, sehingga peluang cuaca ekstrem semakin besar.
Baca Juga: Walk Out di Forum Reformasi Polri: Refly Harun dan RRT Protes Larangan Bicara untuk Tersangka
BMKG Minta Masyarakat Lebih Waspada
Dengan kondisi atmosfer yang masih tidak stabil, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat, kilat dan petir, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia.
Cuaca dalam sepekan ke depan diprediksi dinamis dan dapat berubah cepat, sehingga masyarakat diharapkan selalu memantau informasi terbaru dari BMKG.***